SUBANG — Kegiatan Perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) yang digelar DPD LDII Kabupaten Subang resmi ditutup dengan pesan kuat tentang pentingnya wawasan kebangsaan bagi generasi penerus. Apresiasi langsung disampaikan oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rahmat Effendi, yang membacakan sambutan tertulis Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa wawasan kebangsaan bukan sekadar hafalan sejarah atau Pancasila, melainkan cara berpikir dan bertindak yang menempatkan persatuan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Benteng Terakhir Melawan Hoaks dan Provokasi
Bupati mengingatkan bahwa tantangan menjaga persatuan di era digital jauh lebih berat. Arus informasi tanpa batas kerap membawa berita bohong, provokasi, hingga ujaran kebencian yang bisa menggerus nilai-nilai kebangsaan.
"Wawasan kebangsaan bukan hanya sekadar memahami sejarah atau menghafal Pancasila, melainkan cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang selalu menempatkan persatuan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan," tuturnya dalam sambutan tertulis yang dibacakan di hadapan para peserta perkemahan.
Ia menambahkan, peran aktif generasi muda dan para da'i LDII sangat dibutuhkan untuk menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Dakwah yang santun dan menyejukkan dinilai krusial untuk merawat ukhuwah dan persatuan bangsa.
Mencetak Kader yang Profesional dan Religius
Ketua DPD LDII Kabupaten Subang, M. Ipa Slamet Subardhi, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung program pembangunan pemerintah. Fokus utama pembinaan diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia agar menjadi pribadi yang profesional dan religius.
Melalui perkemahan CAI, para peserta dididik untuk mencintai lingkungan, menghormati orang tua dan guru, serta menumbuhkan semangat pengabdian tinggi kepada masyarakat. Nilai-nilai karakter luhur ini diharapkan tidak berhenti di lokasi perkemahan.
"Semangat dan karakter luhur yang diperoleh para peserta selama perkemahan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kelak tercipta generasi penerus yang religius, nasionalis, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Subang yang maju, unggul, dan berkelanjutan," harap Ipa Slamet Subardhi.
Apa yang Membuat Kegiatan Ini Berbeda?
Perkemahan CAI bukan sekadar kegiatan kepanduan biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter yang menyentuh tiga aspek sekaligus: keagamaan, kecintaan terhadap alam, dan nasionalisme. Para peserta tidak hanya belajar bertahan hidup di alam terbuka, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan.
Lokasi kegiatan di Graha Baitul Huda Manshurin, Komplek LDII Cilameri, menjadi saksi bagaimana organisasi kemasyarakatan ini berupaya mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Pemkab Subang menilai inisiatif seperti ini sejalan dengan program pemerintah dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berwawasan luas. Dukungan terhadap kegiatan positif berbasis komunitas dinilai penting untuk terus digalakkan di tengah maraknya pengaruh negatif dari luar.