BANDUNG — Ribuan anak dari berbagai daerah di Jawa Barat terlibat dalam rangkaian Festival Kreasi Budaya Anak yang digelar DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang mengusung tema "Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas" ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat pemenuhan hak anak.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal rangkaian acara. Pasanggiri Biantara tiga bahasa—Sunda, Arab, dan Inggris—menjadi magnet tersendiri dengan total 1.381 peserta yang mendaftar. Program "Ngopi Sahabat Goes to School" juga menjangkau lebih dari 1.000 pelajar di sejumlah sekolah.
Lomba Tari Merak dan Pencak Silat Jadi Ajang Unjuk Bakat 774 Anak
Kreativitas anak-anak Jawa Barat tersalurkan melalui berbagai lomba yang digelar sebelum puncak acara. Lomba Tari Merak, Pencak Silat, Ngawih Pupuh, hingga lomba pemandu acara berhasil menarik minat 774 anak dari berbagai jenjang pendidikan.
Kemeriahan puncak acara di Dago Tea House semakin lengkap dengan pengukuhan pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Jawa Barat periode 2026–2028. Pada momen tersebut, perwakilan anak-anak menyuarakan aspirasi mereka melalui Suara Anak Jabar, yang berisi harapan agar pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha bersama-sama menciptakan lingkungan ramah anak serta bebas dari kekerasan.
DP3AKB: Anak Aset Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, menegaskan bahwa festival ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi hak-hak anak. Ia menyebut anak sebagai aset strategis bangsa yang wajib tumbuh dalam lingkungan aman, sehat, bahagia, dan penuh kasih sayang.
"Pemdaprov Jabar berkomitmen menghadirkan program yang berpihak pada kepentingan terbaik anak demi melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan berbudaya menyongsong Indonesia Emas 2045," tegas Siska dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, festival ini menjadi ruang partisipasi aktif sekaligus wahana edukasi karakter dan pelestarian seni budaya Sunda sejak dini. "Lewat semangat Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas, kita ingin anak-anak Jabar semakin percaya diri mengeksplorasi potensi terbaiknya," tambahnya.
Pemerintah Pusat dan DPRD Dukung Ruang Ekspresi Anak
Apresiasi datang dari Staf Ahli Kementerian PPPA RI Bidang Hubungan Kelembagaan, Indra Gunawan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam melindungi anak dari ancaman kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, hingga pernikahan dini.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, menyoroti pentingnya ketersediaan ruang berekspresi yang aman dan inspiratif bagi tumbuh kembang anak. "Anak-anak bukan cuma penerus pembangunan, tapi juga pewaris budaya bangsa. Melalui festival ini, kita hadirkan ruang yang aman dan menyenangkan agar mereka bangga akan identitas budayanya," pungkas Siti.
Acara puncak ditutup dengan penampilan seni budaya khas dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Penampilan tersebut menegaskan bahwa anak-anak Pasundan tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga siap menjadi benteng kelestarian budaya daerah.