RAJAPOLAH — Seekor kukang (Nycticebus coucang) menjadi perhatian warga Kampung Rajapolah setelah ditemukan tengah bergelantungan di atap rumah pada Jumat pagi (31/7/2026). Kehadiran satwa liar yang termasuk hewan dilindungi itu sontak membuat geger warga setempat, yang kemudian melaporkan temuan tersebut ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Tasikmalaya.
Komandan Regu 3 Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Aam Muharam, membenarkan adanya laporan tersebut. Tim yang tiba di lokasi langsung bergerak melakukan evakuasi. Namun, upaya penangkapan sempat berlangsung menegangkan karena kukang tersebut merayap naik ke dinding rumah warga.
"Benar, kami menerima laporan adanya kukang masuk ke permukiman. Tim langsung merespons dan melakukan evakuasi secara aman," ujar Aam dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Proses Evakuasi dan Temuan Luka di Kepala Satwa
Proses pengamanan hewan berjalan sekitar 15 menit. Petugas akhirnya berhasil menangkap kukang menggunakan alat khusus dan memasukkannya ke dalam karung. Meski sempat membuat panik warga, evakuasi berlangsung lancar tanpa ada korban luka, baik dari petugas maupun warga sekitar.
Saat diperiksa, petugas menemukan adanya luka di bagian kepala belakang satwa tersebut. Aam menduga luka itu bukan berasal dari proses evakuasi, melainkan diduga akibat tembakan.
"Setelah diamankan, kukang ini seperti terluka pada bagian kepala belakang dan diduga seperti luka tembak. Kami akan serahkan ke BBKSDA untuk perawatan dan pelepasliaran," kata Aam.
Warga Sempat Panik, Kukang Terlihat Sejak Pagi
Wawan (49), warga setempat yang pertama kali melapor, mengaku kaget melihat satwa tersebut berada di genteng rumahnya. Kekhawatiran utama warga adalah keselamatan anak-anak yang kerap bermain di sekitar lokasi.
"Kaget juga pas lihat ada kukang di genteng. Takut diserang anak-anak, makanya langsung lapor Damkar," ungkap Wawan.
Menurut keterangan warga, kukang tersebut pertama kali terlihat sejak pagi hari. Diduga hewan ini turun dari pepohonan di sekitar area persawahan dan kebun yang lahannya kering akibat kemarau panjang.
Damkar Imbau Warga Tidak Menyakiti Satwa Liar
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau berdampak langsung pada ekosistem. Berkurangnya sumber makanan di habitat aslinya mendorong satwa liar untuk mencari makan hingga ke permukiman warga.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak bertindak kasar terhadap satwa liar yang masuk ke pemukiman. Warga diminta segera melapor ke Damkar atau pihak berwenang agar penanganan bisa dilakukan secara profesional.
"Masyarakat diminta menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa mengundang satwa turun," pungkas Aam.