TASIKMALAYA — Pemandangan tak biasa menyambut siapa pun yang datang ke Situ Gede, danau alami kebanggaan Kota Tasikmalaya, dalam beberapa pekan terakhir. Di sisi barat danau yang biasanya tergenang air, kini terbentang hamparan rumput hijau luas. Warga berbondong-bondong datang untuk mengabadikan momen langka ini.
"Baru kali ini lihat Situ Gede seperti ini. Mirip lapangan rumput, bagus untuk foto," ujar seorang pengunjung yang ditemui di lokasi, Rabu (15/1).
Pasokan Air Terhenti, Debit Terus Menyusut
Fenomena ini dipicu oleh kemarau panjang yang menyebabkan pasokan air dari saluran irigasi Cibanjaran berhenti total. Penjaga Pintu Air (PPA) Situ Gede, Satia Triadi, mengungkapkan bahwa penyusutan air sudah berlangsung sekitar tiga bulan.
"Pasokan dari irigasi Cibanjaran sudah tidak masuk lagi. Debit air di danau kini hanya mengandalkan mata air yang tersisa," kata Satia di Situ Gede, Kamis (16/1).
Akibatnya, dari lima pintu air yang ada, hanya satu pintu penguras yang masih bisa dioperasikan. Sisanya tidak berfungsi karena volume air tidak mencukupi.
Irigasi Pertanian dan Ekonomi Wisata Terancam
Kondisi ini tidak hanya mengubah lanskap, tetapi juga mengancam dua sektor penting. Pertama, fungsi Situ Gede sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian di sekitar Mangkubumi mulai terganggu. Distribusi air ke sawah-sawah petani terhambat karena volume air yang tersisa sangat terbatas.
Kedua, sektor wisata air ikut terdampak. Aktivitas seperti perahu dayung dan wahana air lainnya sepi peminat. Para pelaku usaha yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan mulai merasakan penurunan omzet.
Petani Mulai Antisipasi Kekeringan
Pemerintah daerah sebelumnya telah mengingatkan petani di wilayah rawan kekeringan, termasuk Mangkubumi, untuk tidak memaksakan menanam komoditas yang membutuhkan banyak air. Sejumlah petani mulai beralih ke tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering sebagai langkah antisipasi jika kemarau berlangsung lebih lama.
Keindahan hamparan rumput hijau di Situ Gede hanyalah sementara. Ketika musim hujan tiba, kawasan ini diperkirakan akan kembali tergenang air. Namun, fenomena ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga daerah tangkapan air dan kelestarian ekosistem danau di tengah perubahan iklim yang semakin nyata.