CIREBON — Kebutuhan air harian sebesar itu terbagi di dua titik pengisian utama. Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyebutkan, sebanyak 176 ribu liter air disiapkan di Stasiun Cirebon, sementara 64 ribu liter lainnya dipasok dari Stasiun Cirebon Prujakan.
Dua Stasiun Layani 120 Perjalanan Kereta Setiap Hari
Air sebanyak itu digunakan untuk melayani total 120 perjalanan kereta api setiap hari. Rinciannya, Stasiun Cirebon melayani 88 perjalanan, sedangkan Stasiun Cirebon Prujakan melayani 32 perjalanan.
Proses pengisian tangki air dilakukan oleh petugas khusus yang telah dibekali prosedur kerja dan standar keselamatan. Di stasiun awal, pengisian dikerjakan oleh petugas pencuci kereta, sementara di stasiun antara ditangani petugas khusus yang telah bersertifikasi.
Air Siap Pakai Setelah Disaring, Petugas Siaga 24 Jam
Muhibbuddin menegaskan bahwa air yang digunakan telah melalui proses penyaringan sehingga memenuhi standar kebersihan dan kesehatan sebelum dialirkan ke tangki kereta.
Untuk mendukung operasional ini, KAI Daop 3 Cirebon menyiagakan 30 petugas di Stasiun Cirebon dan 24 petugas di Stasiun Cirebon Prujakan. Mereka bekerja bergantian dalam tiga shift selama 24 jam penuh.
“Pengisian air dilakukan segera setelah kereta berhenti, dengan memanfaatkan waktu henti sehingga tidak mengganggu jadwal perjalanan kereta,” ujar Muhibbuddin.
Keselamatan Petugas Jadi Prioritas, Pelanggan Diimbau Bijak Pakai Air
Seluruh petugas diwajibkan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Perlengkapan yang dikenakan meliputi rompi keselamatan, helm, sepatu keselamatan, full body harness, dan sistem pengaman jatuh (lifeline).
“Meski pekerjaan ini memiliki risiko, seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian dan disiplin terhadap prosedur keselamatan sehingga kenyamanan pelanggan selama perjalanan tetap terjaga,” kata Muhibbuddin.
Pihak KAI juga mengajak pelanggan menggunakan air secara bijak selama perjalanan, seperti menutup keran setelah digunakan. Langkah kecil ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus mendukung layanan transportasi yang ramah lingkungan.