BANDUNG — Posisi harga tersebut merupakan titik terendah dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dipantau pukul 07.44 WIB, harga cabai rawit merah turun Rp1.050 dalam sehari dari level sebelumnya Rp49.000 per kilogram.
Turun Lebih dari Rp8.000 dalam Sepekan
Jika dibandingkan dengan sepekan lalu, harga komoditas ini sudah anjlok Rp8.200. Pada pekan sebelumnya, harga masih tercatat di angka Rp56.150 per kilogram. Tren penurunan ini juga terlihat dalam rentang tiga bulan terakhir, di mana harga telah merosot 55,6 persen dari posisi Rp108.000 per kilogram pada 90 hari lalu.
Bawang Merah Ikut Terkoreksi, Daging Ayam Justru Naik
Penurunan harga cabai rawit merah sejalan dengan beberapa komoditas lain di pasar tradisional Jawa Barat. Bawang merah ukuran sedang, misalnya, juga tercatat turun drastis 31,01 persen dalam sebulan menjadi Rp37.150 per kilogram. Cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing turun 23,79 persen dan 22,16 persen.
Di sisi lain, harga daging ayam ras segar justru mencatat kenaikan 5,36 persen dalam periode yang sama, menjadi Rp37.350 per kilogram. Secara keseluruhan, dari 21 komoditas sembako yang dipantau PIHPS, sebanyak sepuluh komoditas tercatat turun dan 11 lainnya mengalami kenaikan harga.
Rekor Historis: Pernah Naik 107 Persen pada 2016
Data historis mencatat, fluktuasi harga cabai rawit merah di Jawa Barat pernah mencapai titik ekstrem. Kenaikan tertinggi terjadi pada Juli 2016, yakni melonjak 107,11 persen. Sebaliknya, penurunan terdalam tercatat pada Mei 2025, di mana harga ambles hingga minus 47,71 persen.
Secara tren tahunan, pergerakan harga cabai rawit merah di pasar tradisional Jawa Barat dalam kurun Juli 2025 hingga Juli 2026 relatif datar. Sumber data PIHPS bersumber dari pantauan dashboard resmi Bank Indonesia melalui laman bi.go.id/hargapangan.