KUNINGAN — Lovanya Evelyn Kautsar, bocah 11 tahun yang menjadi satu-satunya korban selamat dalam kecelakaan maut di turunan Gronggong, Cirebon, dipastikan mendapat jaminan pendidikan penuh dari Pemkab Kuningan. Bupati Dian Rachmat Yanuar menjamin biaya sekolah Lovanya akan ditanggung melalui program beasiswa hingga tamat.
“Yang paling penting sekarang adalah memulihkan kondisi psikologisnya. Setelah kondisinya membaik, sekolahnya harus tetap dilanjutkan. Pemerintah Kabupaten Kuningan akan mendukung melalui program beasiswa sampai pendidikannya selesai,” tegas Dian saat mengunjungi rumah duka di Desa Sukarasa, Kecamatan Darma, Rabu (15/7).
Kecelakaan Tewaskan Tiga Anggota Keluarga
Kecelakaan terjadi pada Senin (13/7) di ruas Jalan Raya Gronggong-Cirebon. Sebuah truk pengangkut air mineral diduga mengalami rem blong saat melintasi turunan, melaju tak terkendali, masuk ke jalur berlawanan, dan menabrak sejumlah kendaraan termasuk sepeda motor yang ditumpangi keluarga Lovanya.
Dalam peristiwa nahas itu, tiga anggota keluarga inti Lovanya meninggal dunia: sang ayah Enggar Amicithya Kautsar, ibu Neneng Intan Permatasari, serta adiknya Naraya Anashera Kautsar yang masih berusia bayi. Lovanya kini menjadi satu-satunya yang tersisa dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Gunung Jati Cirebon.
Santunan Jasa Raharja dan Pendampingan Keluarga
Selain jaminan pendidikan, Pemda Kuningan juga akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban. Bupati Dian memastikan pihaknya membantu proses pengurusan santunan Jasa Raharja agar seluruh hak keluarga dapat segera diterima.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Bupati yang datang bersama istri, Hj Ela Helayati.
Prioritas Pemulihan Psikologis Korban Selamat
Dian menekankan, perhatian utama pemerintah saat ini bukan pada urusan administrasi, melainkan kondisi Lovanya. Proses pemulihan fisik dan trauma psikologis menjadi prioritas sebelum anak tersebut kembali mengenyam pendidikan.
Pemkab Kuningan berkomitmen mendampingi Lovanya hingga benar-benar pulih, baik secara medis maupun mental, sebelum memastikan kelanjutan sekolahnya berjalan normal kembali.