Pencarian

Bupati Kuningan Akui Terima Cibiran di Balik Upaya Bangkitkan Sepak Bola Daerah, Pilih Tetap Bekerja Tanpa Panggung

Rabu, 15 Juli 2026 • 14:56:01 WIB
Bupati Kuningan Akui Terima Cibiran di Balik Upaya Bangkitkan Sepak Bola Daerah, Pilih Tetap Bekerja Tanpa Panggung
Bupati Kuningan mengakui menerima cibiran di tengah upayanya membangkitkan sepak bola daerah.

KUNINGAN — Seorang kepala daerah di Jawa Barat ini sedang memikul mimpi yang tidak kasatmata. Bukan soal infrastruktur atau anggaran, melainkan kebangkitan sepak bola Kuningan seperti era kejayaan belasan tahun silam. Namun di balik semangat itu, ada kelelahan yang ia bagikan lewat pesan singkat.

Percakapan itu berlangsung sederhana. Sang Bupati tidak memamerkan keberhasilan. Ia justru bercerita tentang proses yang tidak pernah dilihat publik: bagaimana sponsor dicari, bagaimana kepercayaan dibangun, dan bagaimana berbagai pihak diajak bergerak bersama.

Kegundahan di Balik Usaha yang Tak Tampak

Yang paling menarik bukanlah target kemenangan di lapangan. Melainkan kalimat yang ia sampaikan di sela-sela obrolan: bahwa di tengah semua usaha, masih ada cibiran yang harus diterima. Kalimat itu tidak terdengar seperti keluhan, lebih menyerupai pengakuan seorang pemimpin yang sadar tidak mungkin menyenangkan semua orang.

"Semakin besar tanggung jawab, semakin besar pula ruang untuk disalahkan," demikian makna yang tertangkap dari percakapan tersebut.

Alih-alih sibuk menjawab setiap kritik, ia memilih tetap bekerja. Ia mengaku lebih nyaman berada di belakang layar. Baginya, yang lebih penting bukan siapa yang mendapat tepuk tangan, melainkan apakah Kuningan benar-benar bergerak maju.

Karakter Pemimpin yang Teruji oleh Cibiran

Seorang pemimpin tidak hanya memikul program kerja. Ia memikul harapan ribuan orang yang belum tentu semuanya percaya. Ia harus tetap tersenyum ketika dikritik, tetap melangkah ketika diragukan, dan tetap bermimpi ketika sebagian orang memilih pesimis.

Tentu, seorang Bupati bukan manusia tanpa kekurangan. Kebijakannya tetap harus diawasi, programnya tetap harus dikritisi. Itulah esensi demokrasi. Namun demokrasi juga mengajarkan keadilan: ketika ada kerja nyata, sudah sepantasnya diakui.

Percakapan singkat itu mengubah cara pandang penulis. Bukan soal politik atau strategi pemerintahan, melainkan sisi manusia dari seorang pemimpin yang sedang memikul mimpi untuk daerah yang dicintainya.

Penulis: Dadan Satyavadin

Bagikan
Sumber: kuninganmass.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks