JAWA BARAT — Sejak fase grup hingga 16 besar, 19 pemain tercatat telah menerima satu kartu kuning. Regulasi Piala Dunia 2026 menetapkan dua fase pemutihan kartu, yakni setelah babak grup dan setelah perempat final. Konsekuensinya, pemain yang kembali terkena kartu kuning di laga perempat final otomatis akan menjalani skorsing satu pertandingan jika timnya lolos ke semifinal.
Maroko dan Inggris Paling Terancam
Maroko dan Inggris sama-sama memiliki lima pemain yang berada di ambang bahaya. Dari kubu Maroko, ada Issa Diop, Achraf Hakimi, Redouane Halhal, Bilal El Khannouss, dan Azzedine Ounahi. Sementara Inggris diwakili Jude Bellingham, Nico O'Reilly, Declan Rice, Marc Guehi, dan Jordan Henderson.
Jumlah ini menjadikan kedua tim paling rentan kehilangan pemain kunci di babak semifinal. Pelatih masing-masing tim harus memikirkan strategi agar lini pertahanan atau serangan tidak pincang saat menghadapi lawan berat.
Laga Penuh Risiko: Maroko Vs Prancis, Inggris Vs Norwegia
Maroko akan berhadapan dengan Prancis, sementara Inggris ditantang Norwegia di perempat final. Pertandingan ini tidak hanya menentukan kelolosan ke semifinal, tetapi juga menyimpan risiko kehilangan pemain andalan. Jika pemain-pemain tersebut terkena kartu kuning dan timnya menang, mereka akan menjadi kerugian besar di laga berikutnya.
Prancis sendiri memiliki dua pemain dalam status awas, yakni Manu Kone dan Michael Olise. Swiss menyumbang tiga pemain: Granit Xhaka, Denis Zakaria, dan Miro Muheim. Sementara Spanyol, Norwegia, Belgia, dan Argentina masing-masing hanya memiliki satu pemain dalam daftar, yaitu Ferran Torres, Antonio Nusa, Brandon Mechele, dan Gonzalo Montiel.
Pemain Baru Kena Kartu Justru Aman
Regulasi juga memberikan keuntungan bagi pemain yang belum pernah menerima kartu kuning sebelumnya. Jika mereka baru mendapat satu kartu kuning di babak perempat final, kartu tersebut akan otomatis diputihkan saat memasuki babak semifinal. Artinya, mereka tetap bisa tampil tanpa beban skorsing.
Kondisi ini membuat para pemain yang sudah mengantongi kartu kuning harus lebih berhati-hati dalam melakukan tekel atau pelanggaran. Setiap gerakan bisa berakibat fatal bagi perjalanan tim di turnamen paling bergengsi ini.