JAWA BARAT — Berdasarkan data resmi Pegadaian, emas Antam mencatat kenaikan paling moderat, yakni Rp 16.000 menjadi Rp 2.746.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.730.000 per gram. Sementara itu, emas cetakan Galeri24 dan UBS sama-sama melonjak Rp 27.000 per gram.
Harga emas Galeri24 kini berada di Rp 2.627.000 per gram, sedangkan UBS dibanderol Rp 2.639.000 per gram. Kenaikan ini membalikkan tren penurunan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.
Pegadaian menyediakan variasi ukuran untuk setiap merek. Galeri24 memiliki opsi paling lengkap, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Adapun Antam tersedia hingga ukuran 100 gram, sementara UBS tersedia hingga 500 gram.
Sentimen Global Dorong Harga Emas
Penguatan harga emas di Pegadaian sejalan dengan lonjakan harga emas dunia yang naik lebih dari 2% pada Rabu (1/7/2026). Harga emas di pasar spot menyentuh US$ 4.089,49 per ounce, setelah sehari sebelumnya jatuh ke level terendah sejak November 2025.
Katalis utama kenaikan ini adalah data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan. Pedagang logam independen, Tai Wong, menyebut data tersebut sebagai pemicu awal reli emas. "Komentar Ketua The Fed bahwa inflasi mulai menurun membuat imbal hasil obligasi turun dan mendorong pasar emas yang sebelumnya lesu kembali bergairah," ujar Wong.
Ia menambahkan, harga emas berpotensi membentuk dasar penguatan dalam jangka pendek. Namun, risiko tetap ada jika laporan ketenagakerjaan nonpertanian (NFP) yang dirilis Kamis ini menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat dari ekspektasi.
The Fed dan Risiko Suku Bunga
Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menyatakan bahwa ekspektasi dan risiko inflasi dalam beberapa pekan terakhir mulai menurun. Meski demikian, bank sentral AS tetap berkomitmen membawa inflasi kembali ke target 2%. Emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tariknya karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 67% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang, berdasarkan alat pemantau CME FedWatch. Situasi ini membuat pergerakan harga emas ke depan masih bergantung pada data ekonomi AS, terutama laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis hari ini.