Pencarian

Belarus Borong Kakao dan CPO Indonesia, Target Pasok 120 Ribu Ton per Tahun

Selasa, 30 Juni 2026 • 21:24:01 WIB
Belarus Borong Kakao dan CPO Indonesia, Target Pasok 120 Ribu Ton per Tahun
Belarus memesan 14 ribu ton CPO dan 120 ribu ton kakao dari Indonesia per tahun.

JAWA BARAT — Dalam pertemuan terbatas itu, Belarus secara spesifik menyebutkan kebutuhan dua komoditas utama Indonesia. Untuk CPO, negara Eropa Timur itu meminta pasokan sebanyak 14 ribu ton. Namun, komoditas yang paling besar diminati adalah kakao atau cokelat, dengan volume mencapai 10 ribu ton per bulan—setara 120 ribu ton per tahun.

“Mereka minta CPO kita masuk sana. Kita kirim dan dia bilang kebutuhan 14 ribu ton. Yang kedua adalah yang paling banyak diminta adalah kakao (cokelat), itu 10 ribu ton per bulan, 120 ribu ton per tahun,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dikutip dari Antara.

Peluang di Tengah Program Perluasan Kebun Kakao

Mentan Amran menilai tingginya permintaan kakao dari Belarus menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia. Sebab, pemerintah saat ini tengah mendorong program penanaman kakao secara besar-besaran di berbagai daerah untuk meningkatkan produksi nasional.

“Permintaan Belarus terhadap komoditas kakao besar, tapi sekarang kita melakukan penanaman besar-besaran,” kata dia.

Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada jual-beli komoditas. Kedua negara juga sepakat menjajaki kolaborasi pengembangan sektor pertanian, terutama dalam hal mekanisasi serta penyediaan alat dan mesin pertanian yang menjadi keunggulan Belarus. Amran menambahkan, kolaborasi ini diharapkan membuka peluang transfer teknologi demi meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian nasional.

Tindak Lanjut Lewat Skema B2B dan G2G

Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, tindak lanjut kerja sama akan ditempuh melalui dua skema: business to business (B2B) dan government to government (G2G). Pertemuan kali ini merupakan yang kedua kalinya antara Mentan Amran dan Dmitry Lukashenko, setelah sebelumnya bertemu pada 1 Desember 2025.

“Dengan Belarus kita kerja sama. Ini kita dorong. Kemudian banyak hal diminta. Jadi kita kolaborasi saling menguntungkan,” kata Amran.

Target Investasi dan Perdagangan US$ 500 Juta

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia dan Belarus telah menandatangani 17 nota kesepahaman (MoU) bisnis. Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang mencakup Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia.

Airlangga menargetkan nilai investasi dan perdagangan bilateral dapat meningkat hingga US$ 500 juta. Ia juga berharap ratifikasi perjanjian kerja sama dengan EAEU segera rampung agar hampir 90 persen produk Indonesia yang masuk ke kawasan tersebut bebas dari bea masuk. Kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia pada awal Juli 2026 diharapkan semakin mempercepat realisasi berbagai kesepakatan ini.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks