Pencarian

Web SPMB Jabar Error Saat Pengumuman Hasil Pemetaan, Orang Tua Hanya Lihat Dinosaurus Lompat

Sabtu, 13 Juni 2026 • 19:43:01 WIB
Web SPMB Jabar Error Saat Pengumuman Hasil Pemetaan, Orang Tua Hanya Lihat Dinosaurus Lompat
Orang tua calon siswa mengeluhkan gangguan akses web SPMB Jabar saat pengumuman hasil pemetaan.

BANDUNG — Gangguan akses itu dikeluhkan para orang tua sejak pukul 13.00 WIB, bertepatan dengan dibukanya pengumuman hasil pemetaan dan batas waktu konfirmasi penerimaan atau penolakan sekolah. Salah satu orang tua yang terdampak adalah Mujib Prayitno, yang anaknya mendaftar di SMAN 29 Bandung.

Server Down Setengah Jam, Orang Tua Tak Bisa Konfirmasi

Mujib mengatakan ia sudah mencoba membuka laman SPMB sejak pukul 13.00 WIB. Hingga pukul 13.30 WIB, sistem belum bisa diakses sama sekali. "Nggak bisa, jam satu sampai setengah dua dicoba gak bisa dibuka," ujarnya saat dikonfirmasi.

Saat sempat berhasil masuk, yang muncul bukanlah hasil pemetaan. "Tadi mah sempat bisa kebuka, cuma yang keluarnya dinosaurus lompat kaktus," kata Mujib sembari tertawa. Tampilan itu merupakan indikator bahwa server atau koneksi pengguna sedang bermasalah.

Padahal, para calon murid wajib memberikan keputusan menerima atau menolak hasil pemetaan melalui sistem tersebut dalam waktu yang telah ditentukan. Mujib mengaku belum mengetahui hasil pemetaan anaknya, yang sebelumnya berada di peringkat ketujuh dalam daftar sementara di SMAN 29 Bandung.

Usul Jadwal Pengumuman Per Jalur agar Trafik Tak Menumpuk

Mujib menyayangkan persoalan teknis yang terulang ini. Menurutnya, Pemprov Jawa Barat seharusnya bisa mengantisipasi lonjakan trafik dengan membagi jadwal pengumuman berdasarkan jalur penerimaan.

"Harusnya mah udah dipersiapin yang kayak gini itu, kan udah banyak batch-nya. Misalnya pengumuman untuk jalur domisili dulu, atau jalur prestasi kejuaraan dulu. Jam sekian sampai jam sekian gitu. Kalau digebrokin semua mah, setengah jam nggak bisa kebuka-buka," ungkapnya.

Reset Pilihan demi Peluang Lebih Besar

Mujib menceritakan bahwa anaknya sempat memilih SMAN 1, SMAN 14, dan SMAN 10 Bandung. Namun karena persaingan nilai rapor dinilai terlalu ketat, ia meminta reset akun dan mengganti pilihan ke SMAN 16, SMAN 29, dan SMAN 28 Bandung.

Pertimbangan memilih SMAN 29, menurut Mujib, karena lokasinya dekat dengan Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat. "Saya yakin Disdik itu tidak akan menyia-nyiakan sekolah yang paling dekat dengan kantornya. Meskipun baru angkatan pertama. Berarti kan harus dapet perhatian khusus," katanya.

Kritik Program Sekolah Maung dan Harapan ke Depan

Mujib juga menyoroti kebijakan program Sekolah Maung yang digulirkan Pemprov Jabar. Ia menilai program tersebut sebaiknya tidak diberikan kepada sekolah-sekolah favorit yang sudah memiliki reputasi baik.

"Ngapain sekolah favorit dipredikatkan Maung? Udah aja sekolah yang biasa-biasa atau sekolah yang mau di-upgrade sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat," pungkasnya.

Ia berharap pelaksanaan SPMB ke depan bisa berjalan lebih konsisten dan tidak menimbulkan kebingungan baru di tengah masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Jawa Barat belum memberikan pernyataan resmi terkait gangguan server tersebut.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks