Pencarian

Babi Liar Serang Empat Petani di Cianjur dalam Sehari, Satu Korban Kehilangan Dua Jari

Sabtu, 13 Juni 2026 • 19:14:01 WIB
Babi Liar Serang Empat Petani di Cianjur dalam Sehari, Satu Korban Kehilangan Dua Jari
Empat petani di Kampung Cilameta, Cianjur, diserang babi liar saat bekerja di ladang.

CIANJUR — Teror satwa liar kembali menerpa warga di wilayah selatan Kabupaten Cianjur. Empat petani warga Kampung Cilameta, Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran, menjadi korban amukan babi liar dalam waktu satu hari saat tengah bekerja di ladang yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Misbah Kehilangan Dua Jari, Korban Lain Alami Luka Gigitan

Kapolsek Pagelaran Iptu Budi Rustandi mengonfirmasi keempat korban adalah Asep Rohimat (30), Saepul (50), Bahrudin (60), dan Misbah (60). Seluruhnya warga Kampung Cilameta.

"Saat ini kondisi keempat korban sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan. Seluruhnya sudah diperbolehkan pulang. Korban Misbah mendapat jahitan di tangan karena dua jarinya putus digigit babi," kata Budi, Jumat (12/6/2026).

Serangan Bermula Saat Petani Tengah Membajak Ladang

Insiden pertama menimpa Misbah. Aparat desa setempat menyebutkan, korban tengah bekerja di ladangnya ketika seekor babi liar berukuran besar dengan tinggi hampir satu meter tiba-tiba muncul dan menyerang. Misbah terjatuh dan babi itu menggigit tangannya hingga dua jari putus.

Korban lainnya, Asep, Saepul, dan Bahrudin, diserang di lokasi ladang yang tidak berjauhan. Mereka mengalami luka gigitan di bagian kaki dan tangan. Petugas gabungan dari kepolisian dan aparat desa segera mengevakuasi seluruh korban ke RSUD Pagelaran.

Warga Dilanda Kecemasan, Aktivitas di Ladang Terganggu

Peristiwa ini memicu kekhawatiran di kalangan petani setempat. Ladang-ladang yang menjadi sumber penghidupan warga Kampung Cilameta berada di pinggir hutan, sehingga rawan kemunculan satwa liar. Belum ada keterangan resmi dari Dinas Kehutanan atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait langkah antisipasi serangan serupa.

Warga berharap ada tindakan konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi teror babi liar yang mulai meresahkan, baik melalui patroli petugas maupun sosialisasi cara menghadapi satwa liar di area pertanian.

Bagikan
Sumber: jabarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks