BOGOR — Sebanyak 119 jabatan tersedia di Job Fair 2026 yang digelar Pemkot Bogor di Plaza Jambu Dua. Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari dalam dan luar Kota Bogor, termasuk perusahaan outsourcing yang menaungi sejumlah perusahaan besar.
Larangan Keras Titip-menitip dari Pejabat
Jenal Mutaqin menegaskan bahwa proses rekrutmen harus berjalan profesional tanpa intervensi dari pihak mana pun. Ia meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk mengawal pelaksanaan bursa kerja ini.
“Saya minta Pak Kadis mengawal, tidak ada titipan dari siapa dan pejabat siapa. Semua harus profesional. Kita juga minta laporan dari perusahaan nanti,” tegas Jenal saat membuka acara.
Rangkaian Hari Jadi Bogor ke-544
Kepala Disnaker Kota Bogor Adi Novan menjelaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Pemerintah memberikan penghargaan kepada seluruh perusahaan dan HRD yang berpartisipasi.
“Penghargaan dari Pemkot Bogor kepada seluruh perusahaan, HRD, dan Plaza Jambu Dua yang sudah berpartisipasi dalam job fair kali ini. Ini bukti pemerintah dan pemangku kepentingan hadir dalam mengatasi dan menekan angka pengangguran, terutama di Kota Bogor,” ujar Adi Novan.
Target: Menekan Angka Pengangguran Terbuka
Pemkot Bogor menjadikan job fair sebagai langkah strategis memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat. Jenal menambahkan bahwa setiap upaya, sekecil apa pun, berkontribusi pada pengurangan angka pengangguran di kota tersebut.
“Dengan jumlah perusahaan yang cukup banyak, tersedia banyak sekali peluang-peluang lowongan bagi masyarakat. Bahkan ada perusahaan outsourcing yang membawahi perusahaan-perusahaan besar,” kata Jenal.
Job Fair 2026 terbuka bagi seluruh warga Kota Bogor dan sekitarnya tanpa dipungut biaya. Peserta diminta membawa berkas lamaran lengkap dan langsung berhadapan dengan perwakilan Human Resources Department (HRD) dari masing-masing perusahaan.