CIANJUR — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,4 mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur pada Sabtu malam (6/6/2026), pukul 19.57 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa berada di darat, tepatnya pada koordinat 6.91 Lintang Selatan dan 107.11 Bujur Timur. Pusat gempa berlokasi sekitar 10 kilometer arah barat daya Kabupaten Cianjur dengan kedalaman 11 kilometer.
Getaran Terasa di Tujuh Kecamatan
Meski berkekuatan kecil, getaran gempa dirasakan cukup luas oleh warga. Berdasarkan laporan BMKG, skala intensitas gempa mencapai II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI) di beberapa titik. Artinya, getaran nyata dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu.
Kecamatan yang merasakan getaran antara lain Cianjur, Cibeber, Cilaku, Warungkondang, Cugenang, dan Campaka dengan skala II-III MMI. Sementara itu, wilayah Sukabumi melaporkan getaran pada skala II MMI.
BMKG: Tak Berpotensi Tsunami, Warga Diminta Tetap Tenang
BMKG memastikan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami mengingat lokasi episenter di darat dan kekuatannya yang relatif kecil. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut.
“Kedalaman 11 km,” tulis BMKG dalam keterangan resminya. Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat di wilayah Cianjur dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Waspada Gempa Susulan di Wilayah Rawan
Cianjur merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki sejarah aktivitas seismik cukup tinggi akibat sesar aktif di darat. Gempa serupa kerap terjadi dengan kekuatan kecil hingga menengah. Warga diimbau untuk tidak panik namun tetap siaga, serta memastikan jalur evakuasi dan bangunan rumah dalam kondisi aman.
Masyarakat dapat memantau informasi resmi terkini melalui kanal BMKG atau aplikasi Info BMKG untuk mendapatkan data gempa yang akurat dan cepat.