JAWA BARAT — Pertumbuhan sektor pariwisata global pada 2025 menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah tekanan ekonomi dunia. Data yang dirilis dalam forum di Shanghai, pekan lalu, mencatat kontribusi sektor ini terhadap PDB global tembus dua digit untuk pertama kalinya sejak pandemi.
Tiga Destinasi Alternatif dengan Pertumbuhan Tertinggi
Wisatawan mulai meninggalkan pola bepergian ke kota-kota yang sudah jenuh. Uzbekistan, Argentina, dan Kolombia tercatat sebagai negara dengan lonjakan kunjungan tertinggi sepanjang 2025. Pergeseran ini disebut sebagai fenomena Discovery of New Emerging Frontiers.
CEO Trip.com Group Jane Sun mengatakan industri perjalanan menunjukkan daya tahan yang kuat. “Perjalanan global menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dan dengan melonjaknya jumlah wisatawan internasional, kita memasuki babak baru pertumbuhan,” ujarnya dalam pidato di forum tersebut.
Durasi Perjalanan Lebih Panjang, Bukan Sekadar Banyak Destinasi
Data lain yang terungkap menunjukkan perubahan fundamental pada perilaku wisatawan. Lima belas dari 20 jenis perjalanan dengan pertumbuhan tercepat kini merupakan perjalanan lintas negara atau multi-destinasi dengan rata-rata lama tinggal sekitar enam hari. Tren ini disebut Journeys in Depth.
Wisatawan tidak lagi mengejar jumlah destinasi yang dikunjungi, melainkan kualitas pengalaman. Aktivitas menyelam di Bali, wisata alam di Cappadocia, hingga kunjungan ke museum di Giza dan Istanbul menjadi contoh diversifikasi pengalaman yang dicari.
AI Ambil Alih Personalisasi dan Operasional Penerbangan
Kecerdasan buatan (AI) kini memainkan peran kian sentral dalam industri perjalanan. Di sektor perjalanan bisnis, agen AI mampu menyetujui secara otomatis permintaan perjalanan berisiko rendah dengan tingkat akurasi lebih dari 98 persen. Sementara di sektor perhotelan, sistem personalisasi otomatis menghasilkan tambahan ribuan pemesanan kamar setiap hari.
Co-founder dan Chairman Trip.com Group James Liang menekankan pentingnya inovasi. “Perjalanan adalah tentang merasakan sesuatu yang baru, dan inovasi adalah percikan yang mengubah imajinasi menjadi perjalanan serta rasa ingin tahu menjadi penemuan,” kata Liang.
Program Wisata Gratis di China Tarik 30.000 Wisatawan Asing
Sepanjang 2025, sekitar 20 juta wisatawan mancanegara dilayani melalui platform Trip.com saat berkunjung ke berbagai wilayah di China. Program Free City Tours yang digelar di Shanghai, Beijing, Hong Kong, dan Shenzhen telah menarik lebih dari 30.000 wisatawan dari 127 negara hingga April 2026.
Shanghai dan Beijing menjadi kota dengan jumlah peserta tertinggi. Keduanya masing-masing melayani lebih dari 12.000 dan 11.000 wisatawan internasional. Untuk mendukung pertumbuhan ini, pusat layanan wisata multibahasa kini beroperasi di sejumlah gerbang utama seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Hong Kong, dan Shenzhen.
Layanan tersebut mencakup bantuan akses internet hingga panduan transportasi bagi wisatawan asing.
Transformasi Terbesar sejak Pandemi Berakhir
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sektor perjalanan tetap menjadi salah satu industri paling resilien. Meningkatnya mobilitas internasional, munculnya destinasi baru, serta adopsi AI yang semakin luas menandai fase transformasi terbesar industri pariwisata sejak pandemi berakhir.