BANDUNG — Dewan Pengawas LKBN ANTARA menilai Biro Jawa Barat berhasil mencatatkan pencapaian di luar tugas pokok pemberitaan. Inovasi monetisasi media monitoring yang dikembangkan dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat fondasi bisnis perusahaan di tengah dinamika industri pers.
Monetisasi Media Monitoring: Terobosan Bisnis yang Bisa Ditiru
Akhmad Munir secara khusus menyoroti keberhasilan Biro Jabar dalam mengkomersialkan layanan media monitoring. Menurutnya, langkah ini tidak hanya menambah pemasukan perusahaan, tetapi juga menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan pasar.
“Keberhasilan teman-teman Biro Jabar dalam melakukan pengembangan bisnis berupa monetisasi media monitoring merupakan sebuah terobosan pengembangan bisnis yang baik, yang bisa terus dikembangkan dan dijadikan model bagi pengembangan ANTARA di daerah,” ujar Munir di Bandung.
Kunjungan Dewas ke berbagai biro, kata Munir, merupakan agenda rutin untuk memantau dan mengevaluasi kinerja perusahaan di daerah. Biro Jabar dinilai berjalan baik, baik di bidang redaksi maupun komersial.
Jawa Barat: Wilayah Strategis dengan Dinamika Tinggi
Selain soal bisnis, Munir juga memberikan atensi khusus pada kualitas jurnalistik. Ia menekankan bahwa Jawa Barat merupakan salah satu daerah paling potensial dan strategis dalam pemberitaan nasional. Mulai dari sektor pemerintahan, politik, keamanan, hingga pariwisata, semuanya memiliki dinamika tinggi.
“Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang sangat potensial dan strategis dalam pemberitaan, baik terkait pemerintahan, politik, keamanan, maupun pariwisata,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mendorong para pewarta ANTARA di Jawa Barat untuk menjaga militansi dan konsisten menghasilkan karya jurnalistik berkualitas. Baik dalam format teks, foto, maupun video.
Pesan untuk Wartawan: Berita Harus Edukatif dan Mencerahkan
Munir menambahkan, pemberitaan ANTARA tidak boleh berhenti pada penyampaian informasi. Lebih dari itu, produk jurnalistik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Sehingga perlu dikawal dengan baik, terutama bagaimana mendorong agar kerja-kerja pemberitaan ini memiliki kemanfaatan bagi masyarakat luas, memberikan edukasi, pemberdayaan, sekaligus mencerahkan,” katanya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa di tengah tekanan komersialisasi, kualitas dan misi publik tetap menjadi prioritas utama. Biro Jabar pun diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pengembangan bisnis dan idealisme jurnalistik.