JAWA BARAT — CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menyatakan keyakinannya terhadap masa depan model listrik anyar pabrikan, yang diberi nama kode Luce. Dalam pernyataan yang dikutip dari laporan industri pekan ini, Vigna menegaskan bahwa pihaknya tidak ragu dengan potensi pasar kendaraan ini. "Ada minat yang kuat, dan orang-orang yang benar-benar menginginkannya," ujarnya menanggapi skeptisisme sebagian analis terhadap SUV listrik bermerek kuda jingkrak.
SUV Listrik Pertama Ferrari: Bukan Sekadar Gimik
Ferrari Luce akan menjadi model produksi massal pertama pabrikan yang sepenuhnya ditenagai baterai. Langkah ini terbilang berani, mengingat basis penggemar Ferrari selama ini identik dengan suara mesin V8 dan V12 yang menderu. Namun, Vigna meyakini transisi ini tidak akan menggerus esensi merek. "Kami membangun mobil Ferrari, bukan sekadar mobil listrik," tegasnya, mengisyaratkan bahwa karakter handling dan performa khas Maranello tetap menjadi prioritas.
Kabar ini muncul di tengah dinamika industri yang kontras. Toyota, misalnya, justru dilaporkan menghentikan pengembangan rencana kendaraan listrik generasi berikutnya. Langkah pabrikan Jepang itu menimbulkan tanda tanya besar soal komitmen elektrifikasi massal di segmen volume, berbeda dengan pendekatan Ferrari yang eksklusif dan berani ambil risiko di segmen atas.
Dinamika Pasar Global: Tesla Kena Efek, Toyota Mundur
Selain soal Ferrari, laporan yang sama juga mencatat perkembangan lain di industri. Pemogokan buruh terhadap Tesla di Swedia yang telah berlangsung selama bertahun-tahun akhirnya mulai dikecilkan skalanya. Aksi industrial ini sebelumnya menjadi salah satu ujian terbesar bagi operasional pabrik Tesla di Eropa. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Tesla mengenai dampak pengurangan skala mogok terhadap produksi di pabrik mereka.
Keputusan Toyota untuk mundur dari pengembangan EV generasi baru juga menjadi sorotan. Pabrikan yang selama ini dikenal sebagai pionir hybrid itu tampaknya masih belum yakin dengan kecepatan adopsi mobil listrik murni secara global, terutama di pasar negara berkembang. Langkah ini kontras dengan strategi agresif para pesaingnya dari China dan Eropa yang terus membangun rantai pasok baterai dan model-model EV anyar.
Kapan Ferrari Luce Bisa Dipesan?
Ferrari belum merilis detail spesifikasi teknis atau harga resmi untuk Luce. Namun, dengan produksi yang dijadwalkan pada awal 2026, kemungkinan besar pengumuman resmi akan dilakukan pada paruh kedua 2025. Untuk pasar Indonesia, kehadiran Ferrari Luce masih harus menunggu konfirmasi dari importir umum resmi, mengingat segmen supercar dan SUV mewah listrik di Tanah Air masih sangat terbatas. Antrean pemesanan diprediksi akan panjang, terutama dari kolektor yang ingin menjadi pemilik pertama Ferrari listrik di dunia.