Pencarian

Harga Emas di PT Pegadaian Kompak Anjlok Hingga Rp 48 Ribu per Gram, Imbas Meredanya Tensi Geopolitik Global

Kamis, 21 Mei 2026 • 08:37:01 WIB
Harga Emas di PT Pegadaian Kompak Anjlok Hingga Rp 48 Ribu per Gram, Imbas Meredanya Tensi Geopolitik Global
Harga emas Antam di Pegadaian turun Rp 25.000 per gram mengikuti stabilisasi pasar global.

JAWA BARAT — Penurunan harga logam mulia di gerai BUMN gadai ini terjadi secara merata pada produk besutan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), UBS, hingga Galeri24. Langkah penyesuaian harga ini mengikuti dinamika pasar global yang mulai stabil setelah sempat bergejolak akibat ketegangan geopolitik.

Bagi para investor ritel, momentum koreksi ini sering kali dimanfaatkan untuk melakukan strategi dollar-cost averaging. Penurunan harga yang cukup signifikan dalam satu hari memberikan ruang gerak lebih longgar bagi portofolio investasi jangka panjang.

Rincian Penurunan Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24

Emas batangan cetakan UBS mengalami koreksi paling dalam pada perdagangan hari ini. Harga emas UBS merosot Rp 48.000 menjadi Rp 2.797.000 per gram, dari hari sebelumnya yang sempat bertahan di level Rp 2.845.000 per gram.

Sementara itu, emas produksi Antam di Pegadaian kini dibanderol Rp 2.862.000 per gram, alias lebih murah Rp 25.000 dibandingkan harga sebelumnya. Produk dari anak usaha Pegadaian, Galeri24, juga ikut turun Rp 26.000 dan kini nangkring di posisi Rp 2.756.000 per gram.

Pegadaian menyediakan variasi ukuran yang beragam untuk memenuhi kebutuhan berbagai profil investor. Emas Galeri24 tersedia mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram, UBS hingga 500 gram, sedangkan Antam dibatasi hingga kuantitas 100 gram.

Dampak Redanya Konflik Timur Tengah Terhadap Pasar Komoditas

Koreksi harga di tingkat lokal ini terjadi di tengah konsolidasi harga emas di pasar internasional. Pada perdagangan Rabu (20/5/2026), harga emas spot dunia sebenarnya sempat menguat 1 persen ke level USD 4.532,72 per troy ounce (sekitar Rp 72,52 juta) setelah menyentuh level terendah dalam tujuh pekan terakhir.

Penguatan tipis di pasar global tersebut didorong oleh merosotnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun. Penurunan ini terjadi setelah yield obligasi AS sempat menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025.

"Kita telah melihat jeda dari peningkatan imbal hasil yang berkelanjutan. Akibatnya, kita telah melihat harga emas menguat dari titik terendah baru-baru ini," ujar Direktur Perdagangan High Ridge Futures, David Meger.

Meredanya tensi politik antara AS dan Iran turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak di Selat Hormuz. Harga minyak mentah jenis Brent pun ikut melandai, yang pada gilirannya mengurangi tekanan inflasi global secara keseluruhan.

Suku Bunga The Fed dan Arah Investasi Safe Haven

Meskipun emas diakui sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kinerjanya kerap tertekan dalam iklim suku bunga tinggi. Ketika bank sentral mempertahankan suku bunga ketat, biaya peluang (opportunity cost) memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil menjadi lebih mahal.

Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan probabilitas sebesar 89,6 persen bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Juni mendatang. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Desember 2026 berada di angka 48,6 persen.

Pergerakan harga emas domestik ke depan masih akan sangat bergantung pada fluktuasi nilai tukar rupiah dan arah kebijakan moneter AS. Bagi masyarakat, penurunan harga saat ini dapat menjadi celah masuk yang ideal sebelum pasar kembali bergejolak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Mengapa harga emas di Pegadaian bisa berbeda dengan harga emas dunia?

Harga emas domestik di Pegadaian tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas spot global, tetapi juga oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya impor, biaya cetak sertifikat, serta margin keuntungan perusahaan.

Apakah penurunan harga emas saat ini merupakan sinyal untuk membeli?

Secara historis, penurunan harga atau koreksi sehat merupakan waktu yang baik bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi. Namun, investor disarankan tetap menyesuaikan pembelian dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks