Pencarian

Batagor Gembira Raup Omzet Rp 3 Juta Per Hari, Karyawan 12 Orang dari Garut hingga Bogor

Sabtu, 16 Mei 2026 • 14:04:01 WIB
Batagor Gembira Raup Omzet Rp 3 Juta Per Hari, Karyawan 12 Orang dari Garut hingga Bogor
Batagor Gembira berhasil meraih omzet harian Rp 3 juta dengan 12 karyawan dari berbagai daerah.

JAWA BARAT — Nurlaela mulai dilibatkan penuh dalam usaha Batagor Gembira pada 2017, ketika sang ayah berangkat ibadah haji. Sebelumnya, ia dan suami sempat bekerja sebagai karyawan kantoran, namun penghasilan bulanan dirasa kurang mencukupi.

"Enakkan usaha kayaknya, dapatnya bisa setiap hari," kata Nurlaela saat ditemui di gerai samping TipTop, Jalan Tole Iskandar, Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok.

Kini, gerai Batagor Gembira tersebar di tujuh lokasi: PLN Depok (buka 24 jam nonstop, bahkan saat Lebaran), samping TipTop, Jalan Flamboyan, Jalan Dadap, Jalan Majapahit, Jalan Angin Mamiri, dan SD Bina Insani. Masing-masing titik dikelola oleh karyawan yang mayoritas berasal dari Garut, Banten, dan Bogor.

Puncak Omzet: Dua Pekan Setelah Lebaran

Meski buka setiap hari, Nurlaela mengaku ada momen khusus yang menjadi ladang rezeki terbesar. "Puncak ramainya itu 2 minggu setelah Lebaran. Istilah kami meraup uang karena di momen itu orang jualan jarang tapi yang beli justru lagi banyak uang," ujarnya.

Sri (39), pegawai TipTop yang juga pelanggan setia, mengaku tak pernah melewatkan makan siang Batagor Gembira. "Karena rasanya enak, bumbunya otentik, segar dan pedasnya pas," katanya.

Selain penjualan langsung di gerobak, Batagor Gembira juga melayani pesanan online via GrabFood. Pesanan dalam bentuk kemasan bahan mentah untuk dijual kembali nilainya bisa mencapai Rp 300.000 hingga Rp 600.000 per transaksi. Tak jarang mereka menerima pesanan siomay untuk acara pernikahan.

Kursus Gratis, Tapi Banyak yang Tak Kuat

Kesuksesan Batagor Gembira menarik minat banyak orang untuk belajar. Endi Sunarya menceritakan, tak sedikit calon pebisnis yang datang ke rumah untuk mengikuti "kursus" secara penuh, bahkan ada yang bolak-balik dari Garut selama enam bulan.

"Paling cobaannya itu, kan namanya jualan enggak mungkin selalu ramai setiap hari. Kebanyakan pada enggak kuat di situ. Pernah ada yang belajar dari pagi sampai malam, eh di perjalanan berhenti," kata Sunarya.

Dari yang semula mengontrak, keluarga Nurlaela kini sudah memiliki rumah sendiri. Usaha ini membuktikan bahwa UMKM bisa bertumbuh secara berkelanjutan—dari gerobak sederhana di depan PLN Depok hingga menjadi pemain mapan dengan omzet harian mencapai Rp 3 juta, tanpa perlu bergantung pada modal besar di awal.

Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks