Pencarian

Rupiah Melemah ke Rp17.500/US$ Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tertekan Eskalasi Geopolitik Iran-AS

Selasa, 12 Mei 2026 • 10:09:01 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.500/US$ Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tertekan Eskalasi Geopolitik Iran-AS
Rupiah melemah ke posisi tertinggi Rp17.500 per dolar AS akibat ketegangan geopolitik Iran-AS.

JAWA BARAT — Pelemahan mata uang Garuda ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi gencatan senjata dengan Iran berada di "ujung tanduk" akibat penolakan Teheran terhadap proposal Washington. Eskalasi ini memicu kekhawatiran investor terkait pasokan energi global, mengingat Iran mengendalikan Selat Hormuz yang biasanya mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Tuntutan Iran Bentrok dengan Posisi AS

Iran menuntut penghentian konflik di semua front, termasuk di Lebanon, kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan blokade laut AS, jaminan tidak ada serangan lanjutan, dan pemulihan ekspor minyaknya. Teheran juga menegaskan kontrol penuhnya atas Selat Hormuz sebagai bagian dari negosiasi. Trump menilai respons Iran "sama sekali tidak dapat diterima" dan mengklaim gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April kini sangat rapuh, sementara Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan militer Iran siap merespons setiap agresi.

Minyak Brent Naik, Pasokan Global Terancam Seret

Kebuntuan negosiasi langsung mendorong harga minyak Brent Crude naik lebih dari 3% ke atas US$104 per barel. Sinyal ketegangan geopolitik ini tercermin dalam arus kapal melalui Selat Hormuz yang menyusut drastis, memaksa produsen memangkas ekspor dan menekan pasokan global.

Perkembangan ini diperburuk dengan keputusan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap pihak-pihak yang membantu Iran mengekspor minyak ke China. Seiring itu, survei menunjukkan dua dari tiga warga Amerika menilai Trump belum menjelaskan tujuan perang tersebut dengan cukup jelas kepada publik.

Apa Selanjutnya: Pertemuan Trump-Xi di Beijing

Trump dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada Rabu mendatang, dengan isu Iran diperkirakan menjadi salah satu agenda utama. Momentum ini akan menentukan apakah Washington dan Teheran kembali ke meja negosiasi atau justru semakin dalam ke eskalasi militer—keputusan yang akan berpengaruh langsung pada stabilitas kurs rupiah dan harga komoditas di pasar global.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks