Pencarian

Tangkis Krisis 2026, Ratusan Ribu UMKM Bandung Digembleng ESB

Jumat, 08 Mei 2026 • 23:11:01 WIB
Tangkis Krisis 2026, Ratusan Ribu UMKM Bandung Digembleng ESB
Ratusan ribu UMKM kuliner Bandung mengikuti program mentoring ESB untuk menghadapi krisis 2026.

BANDUNG — Ribuan pebisnis kuliner di Jawa Barat kini terhimpit lonjakan harga bahan baku dan efek domino krisis energi global. Merespons situasi tersebut, PT Esensi Solusi Buana (ESB) memulai roadshow nasional bertajuk “F&B Mentoring Day” di Kota Bandung untuk memperkuat daya saing pengusaha lokal.

Bandung terpilih sebagai pembuka dari 10 kota karena memiliki ekosistem kuliner yang masif. Data Open Data Jawa Barat mencatat 187.355 unit UMKM kuliner aktif di kota ini, menjadikannya kekuatan ekonomi terbesar ketiga di wilayah Jawa Barat.

Bandung sebagai Jantung Ekonomi Kuliner

Sektor akomodasi dan makan minum di Jawa Barat menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 9 persen secara tahunan. Dengan nilai PDRB mencapai Rp 86,66 triliun pada 2024, skala ekonomi yang besar ini menuntut pengelolaan profesional agar tahan banting dari guncangan pasar.

Data OJK Jawa Barat per Januari 2026 memperkuat posisi tawar wilayah ini dengan total kredit UMKM mencapai Rp 186 triliun. Kota Bandung tercatat sebagai penyalur terbesar di provinsi ini dengan nilai Rp 25,05 triliun, mencerminkan tingginya aktivitas investasi di sektor akar rumput.

Besarnya perputaran uang tersebut berbanding lurus dengan risiko bisnis. Lonjakan Cost of Goods Sold (COGS) yang tak terkendali sering kali menjadi penyebab utama tergerusnya margin keuntungan, meski permintaan konsumen tetap tinggi.

Strategi Melawan Fenomena 'Double Squeeze'

Program mentoring ini dirancang sebagai jawaban atas fenomena double squeeze. Para pengusaha saat ini terjepit di antara kenaikan biaya produksi dan tuntutan konsumen yang menginginkan layanan cepat, transparan, serta berkualitas tinggi.

Co-Founder sekaligus CEO ESB, Gunawan, menegaskan bahwa profitabilitas bisnis kuliner di era sekarang tidak lagi bisa dikelola hanya dengan mengandalkan intuisi. Akurasi data menjadi kunci utama dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat sasaran.

"Di era 2026, profitabilitas bisnis F&B tidak lagi bisa mengandalkan estimasi atau intuisi semata," tegas Gunawan, pemimpin perusahaan yang meraih pengakuan Forbes Asia 100 to Watch 2025 tersebut.

AI dan Ekosistem Digital sebagai Solusi

Dalam roadshow ini, ESB memperkenalkan ekosistem teknologi terintegrasi yang mencakup ESB POS, ESB Core, hingga sistem pemesanan daring ESB Order. Teknologi ini berfungsi sebagai tulang punggung operasional yang membantu pengusaha memantau stok dan transaksi secara real-time.

Selain sistem manajemen inti, ESB turut memperkenalkan OLIN, asisten berbasis kecerdasan buatan (AI). Asisten digital ini dirancang untuk membantu pemilik bisnis melakukan analisis prediktif sehingga operasional menjadi lebih presisi dan adaptif terhadap perubahan tren pasar.

Integrasi teknologi ini diharapkan mampu memangkas pemborosan bahan baku sekaligus mendongkrak efisiensi kerja karyawan. Dengan sistem yang kuat, pengusaha kuliner di Bandung dapat mengamankan margin keuntungan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagikan
Sumber: jabarekspres.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks