GARUT — Jalur penghubung Pakenjeng dan Bungbulang di wilayah selatan Garut akhirnya bisa dilalui kendaraan secara penuh tepat pukul 24.00 WIB. Sebelumnya, akses vital ini terputus total sejak Selasa malam akibat cuaca ekstrem yang memicu longsoran tanah dan pohon tumbang di Kampung Lawangangin, Desa Jayamekar.
Kepolisian Resor Garut melalui Polsek Pakenjeng langsung menerjunkan personel ke lokasi sesaat setelah menerima laporan warga. Fokus utama petugas adalah membuka sumbatan jalan yang tertutup batang pohon besar agar kendaraan darurat maupun logistik bisa segera melintas.
Bagaimana Proses Evakuasi Material di Jalur Pakenjeng?
Kapolsek Pakenjeng Iptu H. Muslih Hidayat menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap menggunakan peralatan manual dan mesin pemotong. Petugas memprioritaskan pembersihan pohon tumbang yang melintang di tengah jalan untuk membuka celah bagi kendaraan.
“Begitu mendapat informasi, kami segera lakukan pengecekan dan penanganan. Pohon yang menutup jalan kami potong menggunakan chainsaw agar jalur bisa segera dilalui,” ujar Muslih.
Upaya awal tersebut membuahkan hasil pada pukul 22.45 WIB, di mana arus lalu lintas mulai bergerak meski belum sepenuhnya lancar. Kerja sama antara Polsek Pakenjeng, petugas PU Binamarga Provinsi Jawa Barat, dan warga setempat menjadi kunci percepatan evakuasi di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
Pengerahan Alat Berat Koperasi Albayinah untuk Pembersihan Total
Mengingat volume material longsor berupa tanah yang cukup tebal, pembersihan tidak cukup hanya mengandalkan tenaga manusia. Sekitar pukul 23.00 WIB, satu unit alat berat milik Koperasi Albayinah dikerahkan ke lokasi untuk mengeruk sisa-sisa tanah yang masih menempel di aspal.
Langkah ini diambil guna memastikan jalan tidak licin dan membahayakan pengendara yang melintas setelah jalur dibuka. Seluruh material yang menutup badan jalan berhasil disingkirkan secara bertahap hingga menjelang pergantian hari.
“Hingga pukul 24.00 WIB, proses pembersihan selesai dan arus lalu lintas sudah normal tanpa hambatan,” kata Muslih menambahkan.
Imbauan Kewaspadaan di Wilayah Rawan Longsor Garut Selatan
Meski sempat terjadi kemacetan panjang, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil warga dalam peristiwa ini. Namun, intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Garut Selatan menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan.
Iptu Muslih mengingatkan masyarakat, terutama yang melintasi kawasan perbukitan, untuk tetap siaga terhadap potensi bencana susulan. Pihaknya meminta warga segera melapor ke kantor polisi terdekat atau aparat desa jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.
“Kami mengimbau warga agar tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kejadian serupa, sehingga bisa segera ditangani,” ucapnya.