SOREANG — Kerumunan massa terlihat mengular di area registrasi donor darah sejak Sabtu (16/5) pagi. Bukan sekadar agenda seremonial organisasi, kegiatan Road to Musda VIII LDII Kabupaten Bandung ini justru menjelma menjadi aksi sosial yang menyedot animo warga.
Bukan Sekadar Rapat Internal, tapi Aksi Nyata untuk Warga
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, mengatakan bahwa pihaknya sengaja mendesain rangkaian pra-musyawarah daerah tidak hanya untuk konsolidasi internal. “Kita gembirakan warga LDII khususnya Kabupaten Bandung dengan dikolaborasikan dengan bakti sosial, di antaranya warga LDII mendonorkan darahnya pada kegiatan ini dan mencek kesehatannya,” ujar Didin.
Pendekatan ini dipilih agar forum organisasi tidak berhenti pada urusan administrasi semata. Menurut Didin, dampak langsung bagi masyarakat menjadi target utama sebelum pelaksanaan Musda VIII pada 23 Mei mendatang.
Antusiasme Peserta dari Empat Daerah, Fun Walk hingga Bazar
Pantauan di lokasi, antrean peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Bandung. Sejumlah warga dari Purwakarta, Sumedang, dan Kota Bandung turut hadir mengikuti rangkaian acara. Selain donor darah dan cek kesehatan, panitia juga menggelar bazar serta fun walk sejauh empat kilometer di kawasan Soreang.
Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, menilai tingginya partisipasi ini membuktikan bahwa kegiatan sosial lebih efektif membangun kebersamaan dibanding agenda seremonial. “Kegiatan ini sangat positif sekali. Saya lihat kegembiraannya, semangatnya luar biasa,” kata Dicky.
Konsep Zero Waste dan Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Dicky menambahkan bahwa panitia menerapkan konsep zero waste selama acara berlangsung. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap lingkungan. “Ini bentuk kepedulian LDII untuk bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Didin Suyadi berharap Musda VIII yang akan datang dapat menghasilkan program kerja yang lebih baik dan kepemimpinan yang visioner. “Harapannya ada adalah dalam Musda nanti, kita bisa menghasilkan program-program kerja yang bagus, kepemimpinan yang visioner, kemudian bisa mengevaluasi hal-hal yang ke belakang,” pungkasnya.