Pencarian

Pertamina Jabar Naikkan Harga 3 BBM Nonsubsidi, Dexlite Jadi Rp23.600

Senin, 04 Mei 2026 • 17:27:24 WIB
Pertamina Jabar Naikkan Harga 3 BBM Nonsubsidi, Dexlite Jadi Rp23.600

BANDUNG — PT Pertamina (Persero) memberlakukan penyesuaian harga untuk tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku di seluruh wilayah Jawa Barat sejak pertengahan April 2026. Kebijakan ini menyasar produk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex dengan kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan ini merupakan respons terhadap dinamika pasar energi global yang memengaruhi biaya operasional penyediaan energi nasional. Meski harga produk nonsubsidi merangkak naik, Pertamina memastikan harga BBM penugasan dan subsidi seperti Pertalite serta Biosolar tidak mengalami perubahan hingga awal Mei 2026.

Rincian Kenaikan Harga Pertamax Turbo dan Diesel

Berdasarkan data resmi Pertamina, Pertamax Turbo (RON 98) kini dibanderol seharga Rp19.400 per liter. Produk unggulan untuk kendaraan bensin ini mengalami kenaikan sekitar Rp6.300 per liter dari harga sebelumnya. Pengguna kendaraan mewah di Jawa Barat kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan bahan bakar oktan tinggi ini.

Lonjakan paling tajam terjadi pada kategori bahan bakar diesel nonsubsidi. Dexlite kini menyentuh angka Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex dijual seharga Rp23.900 per liter. Kedua jenis BBM diesel ini mengalami kenaikan hingga Rp9.400 per liter.

Kenaikan drastis pada sektor diesel ini menjadi perhatian khusus bagi para pemilik kendaraan bermesin diesel modern. Harga terbaru tersebut terpantau masih bertahan stabil memasuki pekan pertama Mei 2026 di berbagai SPBU wilayah Jawa Barat.

Penyebab Utama Fluktuasi Harga BBM Nonsubsidi

Pertamina menyebutkan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala mengikuti mekanisme pasar. Tren kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi faktor fundamental yang menentukan harga jual di tingkat ritel Indonesia. Sebagai komoditas global, pergerakan harga minyak mentah sangat sensitif terhadap kondisi geopolitik.

Selain harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memperberat biaya impor bahan bakar. Mengingat sebagian kebutuhan energi nasional masih dipenuhi melalui impor, fluktuasi kurs berdampak langsung pada kalkulasi harga jual Pertamina kepada konsumen.

Langkah evaluasi ini diambil untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional agar tetap kompetitif. Pertamina berkomitmen menjaga keseimbangan antara kemampuan daya beli masyarakat dan beban biaya produksi yang terus meningkat akibat tekanan ekonomi global.

Dampak Kenaikan Harga bagi Sektor Logistik Jabar

Kenaikan harga Dexlite dan Pertamina Dex diprediksi bakal membebani biaya operasional sektor logistik dan usaha kecil menengah (UKM) di Jawa Barat. Pemilik truk angkutan barang dan armada travel kini harus menghitung ulang anggaran bahan bakar agar operasional bisnis tetap berjalan stabil di tengah tekanan inflasi.

Di sisi lain, pemerintah tetap mempertahankan harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat menengah ke bawah agar tidak terdampak langsung oleh kenaikan harga energi dunia. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran bagi mereka yang berhak.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi bahan bakar harian. Penggunaan kendaraan secara efisien dan perawatan mesin secara rutin menjadi langkah praktis untuk menekan biaya transportasi di tengah ketidakpastian harga minyak global.

Bagikan
Sumber: hasanah.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks