BRI Peduli Bekali Ratusan PMI di Taiwan Pelatihan Masak dan Tata Rias demi Siapkan Wirausaha Baru Saat Pulang Kampung

Penulis: Ivan Setiawan  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:33:01 WIB
PMI mengikuti pelatihan memasak hidangan khas Taiwan dalam program BRI Peduli di Keelung City, Taiwan, Sabtu (22/08/2026).

TAIWAN — Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan mendapat kesempatan mengasah keterampilan baru yang bisa menjadi bekal usaha ketika kembali ke Tanah Air. Melalui payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI Peduli menggelar rangkaian pelatihan bertajuk "BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities".

Kegiatan ini berlangsung di Deh Yu College of Nursing and Health, Keelung City, pada Sabtu (22/08/2026) melalui program "PMI Entrepreneur Connect". Keesokan harinya, Minggu (23/08/2026), giliran "Beautypreneur Empowerment Workshop" digelar dengan fokus pada keterampilan tata rias.

Belajar Langsung Mengolah Hidangan Khas Taiwan

Pada sesi pertama, para peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi. Mereka diajak praktik langsung memasak bersama instruktur di Keelung District Fishermen's Association. Materi yang diberikan mencakup pengenalan bahan baku, teknik pengolahan, hingga penyajian makanan khas Taiwan secara aplikatif.

Metode praktik ini dipilih agar peserta benar-benar memahami proses dan bisa mengulanginya secara mandiri. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi cikal bakal usaha kuliner di Indonesia.

Kelas Kecantikan untuk Modal Usaha Penata Rias

Memasuki hari kedua, perhatian beralih pada industri kecantikan. Workshop bertajuk "Beautypreneur Empowerment" menghadirkan beauty trainer profesional asal Indonesia yang berdomisili di Taiwan. Para peserta mendapat demonstrasi dan praktik tata rias dengan materi yang mudah dipahami.

Kegiatan ini mengusung konsep "Beauty & Inclusivity", menempatkan kecantikan sebagai ekspresi diri yang bisa diakses semua orang. Materi disampaikan tanpa memandang latar belakang atau tingkat kemampuan peserta dalam menggunakan makeup, sehingga semua bisa mengikuti dengan nyaman.

Modal Keterampilan untuk Masa Depan di Indonesia

Sifa, PMI asal Surabaya yang bekerja di Taiwan, mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang berpotensi menjadi peluang usaha. Ia menyebut keterampilan mengolah masakan Taiwan bisa dikembangkan menjadi bisnis kuliner saat kembali ke Indonesia.

"Kegiatan ini juga mendorong kami sebagai PMI untuk menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia. Saya berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air," ungkapnya.

Senada dengan Sifa, Sumarsih, PMI asal Solo, menambahkan bahwa program ini sangat bermanfaat untuk mengisi waktu libur dengan kegiatan positif. Ia menilai kelas tata rias tidak hanya berguna untuk merawat penampilan diri, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha sebagai penata rias profesional.

"Semoga ilmu dan keterampilan yang didapatkan hari ini dapat terus dipraktikkan dan menjadi bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta membuka peluang usaha di masa depan," imbuhnya.

BRI Dampingi PMI dari Berangkat hingga Pulang Kampung

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki peta jalan pemberdayaan PMI yang berkelanjutan. BRI tidak hanya berhenti pada layanan pengiriman uang atau remitansi, tetapi juga hadir dalam proses peningkatan kapasitas para pekerja.

"BRI hadir mendampingi perjalanan diaspora Indonesia, terutama PMI, secara menyeluruh tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemberdayaan. Melalui program CSR, literasi keuangan, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan, BRI mendorong diaspora untuk memanfaatkan penghasilan dan remitansi secara lebih produktif," ujar Dhanny.

Dukungan ini diarahkan agar penghasilan yang diperoleh di luar negeri tidak habis untuk konsumsi semata. Para PMI didorong untuk membangun tabungan, investasi, aset, hingga modal usaha yang bisa dikembangkan di Indonesia.

"Pada akhirnya, BRI ingin memastikan bahwa apabila selesai bekerja di luar negeri, PMI tidak hanya sekadar pulang ke Indonesia, tetapi pulang dengan kehidupan yang lebih sejahtera. Diaspora diharapkan kembali dengan keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang lebih kuat sehingga dapat memperkuat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," pungkasnya.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: radarsukabumi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top