JAWA BARAT — Tekad kuat menjadi senjata utama Marco Bezzecchi menghadapi MotoGP Aragon akhir pekan ini. Pebalap Aprilia itu masih bergelut dengan cedera patah tulang selangka yang dideritanya saat kualifikasi seri Jerman, plus masalah baru pada lututnya. Kondisi ini membuatnya tidak bisa tampil dengan nyaman di atas motor.
"Aku masih butuh memulihkan diri sedikit; bahuku bisa dikatakan terasa lebih baik, tapi lututku di sisi lain, memberiku kesulitan. Jadi aku masih merasa kurang nyaman," kata Bezzecchi dikutip GPOne.
Persoalan fisik hanyalah satu sisi dari tantangan yang dihadapi Bezzecchi. Sisi lainnya adalah fakta bahwa Aragon bukanlah sirkuit yang bersahabat baginya. Sejak naik ke kelas utama pada 2022, pebalap Italia itu belum sekalipun menembus posisi lima besar di sirkuit yang terletak di Spanyol timur laut tersebut.
Dari tiga edisi yang pernah dijalaninya, hasil terbaik Bezzecchi di Aragon hanyalah finis keenam pada 2024. Catatan ini kontras dengan performanya di Silverstone dua pekan lalu, di mana ia mampu naik podium ketiga meski memulai balapan dari posisi kelima.
Hasil di Inggris itu jelas menjadi suntikan moral berharga. Bezzecchi mengaku pengalaman bertarung dalam kondisi fisik yang sulit di Silverstone justru memberinya kepercayaan diri untuk menghadapi Aragon. Ia menilai sensasi yang dirasakan di balapan sebelumnya sangat berat secara fisik, namun ia berhasil melewatinya dengan baik.
"Di balapan nanti persoalannya akan tentang tekad yang kuat. Sensasi yang kualami di Silverstone itu secara fisik sangat sulit. Kuharap akan membaik di Aragon. Bagaimanapun, aku senang karena itu adalah akhir pekan yang baik meski aku pulang dengan rasa letih, tapi aku senang," tambah Bezzecchi.
Performa konsisten Bezzecchi membuatnya kini menghuni posisi kedua klasemen sementara MotoGP dengan koleksi 209 poin. Ia tertinggal 31 poin dari rekan setimnya sekaligus pemuncak klasemen, Jorge Martin. Sementara itu, juara bertahan Marc Marquez berada di posisi ketiga dengan selisih sembilan poin di belakangnya.
Dengan sisa seri yang masih panjang, setiap poin terasa krusial. Namun, prioritas Bezzecchi saat ini adalah memastikan kondisi fisiknya tidak semakin memburuk sepanjang akhir pekan balapan di Aragon. Jika mampu finis di zona poin, itu sudah menjadi pencapaian yang patut dihargai mengingat segala keterbatasan yang ia bawa ke sirkuit ini.