IHSG Dibuka Menguat 46,94 Poin ke Level 6.448, Investor Pantau Data Inflasi dan Rapat The Fed

Penulis: Ivan Setiawan  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:43:31 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 46,94 poin ke level 6.448,83 pada perdagangan Selasa pagi.

JAKARTA — Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Selasa pagi langsung menghijau. Indeks acuan tanah air ini melesat 46,94 poin atau setara 0,73 persen, membawanya ke level 6.448,83.

Kenaikan ini tak hanya terjadi pada indeks utama. Kelompok 45 saham unggulan atau yang tergabung dalam indeks LQ45 juga mencatatkan penguatan, meski lebih tipis. LQ45 naik 2,83 poin atau 0,45 persen ke posisi 635,11.

Sentimen Global dan Domestik Mewarnai Awal Perdagangan

Aksi beli investor pada awal sesi ini tidak lepas dari sejumlah katalis yang berkembang. Salah satunya, pelaku pasar tampak menanti rilis data inflasi terbaru yang diyakini bisa memberikan sinyal arah kebijakan moneter ke depan.

Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Keputusan suku bunga acuan dari negeri Paman Sam tersebut kerap menjadi penentu arah aliran dana asing ke pasar emerging market, termasuk Indonesia.

Sentimen positif dari dalam negeri juga turut menopang laju indeks. Optimisme terhadap fundamental ekonomi domestik yang stabil menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk mulai mengakumulasi saham di harga yang dianggap wajar.

Sejumlah Sektor Menjadi Motor Penggerak

Penguatan IHSG pada pagi hari ini didorong oleh aksi beli yang cukup merata di sebagian besar sektor saham. Sektor-sektor siklikal seperti perbankan dan barang konsumsi terpantau menjadi penopang utama laju indeks.

Meski demikian, volatilitas masih mungkin terjadi sepanjang hari. Pergerakan indeks akan sangat bergantung pada sentimen pasar global dan aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik.

Para analis menyarankan investor untuk tetap mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas sebagai indikator pendukung sebelum mengambil keputusan investasi. Kondisi ini dinilai wajar mengingat pasar masih berada dalam fase konsolidasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top