JAWA BARAT — Pembukaan nominasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen DPD RI untuk memberi panggung penghormatan kepada figur-figur inspiratif di daerah yang selama ini bekerja tanpa sorotan publik nasional. Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, menegaskan bahwa kekuatan pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pemerintah pusat dan kota-kota besar, melainkan pada inisiatif masyarakat di seluruh Nusantara.
"Melalui ajang ini, DPD RI ingin mempertegas bahwa kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh wilayah Nusantara, bukan hanya pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar," ucap Sultan dalam penyelenggaraan DPD Awards tahun 2025 lalu.
Selain empat kategori tersebut, DPD RI juga akan memberikan Special Recognition Awards bagi tokoh, individu, maupun kelompok yang dinilai memiliki kontribusi konsisten dan berkelanjutan bagi daerahnya.
"Kehadiran ajang penghargaan ini menjadi harapan agar semakin banyak apresiasi yang diberikan kepada masyarakat dan menjadi sebuah inspirasi bagi daerah lainnya," tulis DPD dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/8/2026).
Para kandidat yang masuk nominasi dinilai berdasarkan kontribusinya yang mencakup sektor pendidikan, sosial, kesehatan, pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga pelestarian lingkungan. Sultan menambahkan bahwa masih banyak tokoh daerah yang menjadi penggerak perubahan signifikan namun belum mendapat apresiasi yang memadai di tingkat pusat.
"Beberapa kategori pantas diberikan kepada orang daerah atau tokoh-tokoh daerah yang memang kontribusinya cukup signifikan," katanya.
Setiap usulan akan melalui proses kurasi dan verifikasi oleh tim panel DPD RI sebelum akhirnya ditetapkan sebagai penerima penghargaan. Inisiatif ini sekaligus menjadi ajang bagi publik untuk merekomendasikan "pahlawan ekonomi" yang selama ini berkontribusi nyata dalam menggerakkan roda perekonomian dari tingkat akar rumput.