JAWA BARAT — Manajemen Danantara Indonesia menyatakan aksi tanggap darurat ini dikoordinasikan melalui BUMN Peduli untuk menjangkau titik-titik krusial tempat masyarakat berlindung. "Sebagai wujud kepedulian, Danantara Indonesia bersama BP BUMN bergerak cepat merespons situasi di Nusa Tenggara Timur dengan mengordinasikan langkah pemulihan melalui BUMN Peduli," terang manajemen Danantara Indonesia dalam unggahan resminya, Minggu (16/9) malam.
PT PLN menerjunkan tim untuk menyediakan penerangan darurat sekaligus memulihkan pasokan listrik bagi warga terdampak. Upaya ini disebut telah berhasil memulihkan 88 persen pelanggan dan 98,3 persen jaringan listrik di wilayah bencana.
Di sisi lain, Telkom Indonesia mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi agar koordinasi di lapangan tetap berjalan. Hal ini krusial bagi petugas dan relawan yang tersebar di sejumlah titik pengungsian.
Dua bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, bahu-membahu menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan, obat-obatan, kebutuhan bayi, air bersih, hingga genset.
Distribusi bantuan difokuskan ke posko terpadu, area pengungsian lapangan, dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai. "Langkah tanggap darurat hingga pascabencana ini menjadi bukti komitmen Danantara Indonesia untuk terus hadir, mendampingi dan menguatkan masyarakat terdampak," tulis manajemen Danantara Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan bantuan berupa 50 ribu paket sembako untuk korban gempa. Presiden juga menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala Basarnas, Bulog, Pertamina, dan Telkom Indonesia dalam tanggap bencana NTT.
Gempa bumi tektonik M7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu pagi (15/8) pukul 04.58 WIB. Bencana ini menimbulkan 47 korban jiwa dan mengungsikan 5.000 warga. Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan.