JAWA BARAT — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadirkan program promo perjalanan bagi para pelanggan setianya. Melalui program ini, KAI memberikan diskon 17 persen untuk pembelian tiket kereta api serta tarif khusus Rp8 yang berlaku untuk semua kelas pelayanan.
Program promo ini dirancang sebagai bentuk apresiasi KAI kepada masyarakat sekaligus ajakan untuk merayakan momen kemerdekaan dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Diskon sebesar 17 persen dipilih sebagai simbolisasi tanggal kemerdekaan Indonesia, sementara tarif khusus Rp8 ditujukan untuk memberikan pengalaman bepergian dengan harga yang sangat terjangkau.
Yang menarik, tarif khusus Rp8 ini tidak membedakan kelas pelayanan. Penumpang kelas ekonomi, bisnis, maupun eksekutif berkesempatan mendapatkan tarif spesial tersebut pada periode promo berlangsung. Kebijakan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat yang ingin menikmati perjalanan kereta api dengan biaya minimal.
Program promo ini juga menjadi bagian dari upaya KAI untuk terus meningkatkan okupansi penumpang di tengah tren pemulihan mobilitas masyarakat. Dengan hadirnya diskon besar-besaran, KAI optimistis animo masyarakat terhadap perjalanan menggunakan kereta api akan semakin tinggi, terutama pada momen libur panjang dan perayaan hari kemerdekaan.
Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan promo ini, pemesanan tiket dapat dilakukan melalui kanal-kanal resmi KAI seperti aplikasi KAI Access, situs web resmi, serta mitra penjualan tiket lainnya. KAI mengimbau calon penumpang untuk segera melakukan pembelian tiket agar tidak kehabisan kursi, mengingat antusiasme masyarakat terhadap program promo biasanya sangat tinggi.
Melalui inisiatif ini, KAI berharap dapat menghadirkan pengalaman mudik dan bepergian yang lebih menyenangkan sekaligus mempererat rasa kebangsaan di tengah perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Dengan tarif yang lebih ramah di kantong, transportasi kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota.