Pencarian

Pabrik BYD di Subang Resmi Beroperasi, Perusahaan Kebut Target TKDN 60 Persen pada Januari 2027

Kamis, 03 September 2026 • 21:38:01 WIB
Pabrik BYD di Subang Resmi Beroperasi, Perusahaan Kebut Target TKDN 60 Persen pada Januari 2027
Pabrik pertama BYD di Indonesia resmi beroperasi di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat, Kamis.

PT BYD Motor Indonesia menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraannya mencapai 60 persen mulai Januari 2027, menyusul peresmian pabrik pertama perusahaan di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat, Kamis. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menegaskan investasi tidak berhenti di fasilitas manufaktur kendaraan, tetapi akan dilanjutkan dengan kegiatan perakitan baterai.

SUBANG — Target pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen menjadi prioritas BYD Indonesia dalam empat tahun ke depan. Perusahaan otomotif asal China itu memastikan kesiapan rantai produksinya jauh sebelum tenggat yang ditetapkan pemerintah. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyatakan optimisme terhadap pencapaian target tersebut. "Tahun 2027, kita pasti akan menjadi yang pertama berdiri mendukung TKDN yang akan menjadi 60 persen. Dengan persiapan saat ini, kita sangat optimistis untuk pemenuhan TKDN kita bisa dihasilkan mulai Januari 2027, (sudah) mencapai 60 persen," ujarnya di sela peresmian pabrik, Kamis.

Pabrik Pertama di Subang Jadi Fondasi Ekosistem

Peresmian fasilitas manufaktur di Subang Smartpolitan Industrial Park menandai langkah perdana BYD membangun basis produksi di Indonesia. Kawasan industri itu berlokasi di Jawa Barat, sekitar dua jam perjalanan dari Jakarta.

Eagle menegaskan investasi perseroan tidak berhenti pada pabrik kendaraan. Rencana selanjutnya mencakup kegiatan perakitan yang berkaitan dengan manufaktur baterai. "Tanpa proses yang menyeluruh dari produksi, kita tidak bisa bilang bahwa suatu produk sepenuhnya buatan Indonesia. Kami juga merencanakan untuk melakukan beberapa pekerjaan perakitan (assembly) yang berkaitan dengan manufaktur baterai," kata dia.

Perakitan Baterai Kunci Perbesar Kandungan Lokal

Langkah memperluas produksi ke komponen baterai menjadi strategi utama BYD menaikkan porsi kandungan lokal. Selama ini baterai menjadi komponen bernilai tinggi dalam struktur biaya kendaraan listrik.

Dengan adanya fasilitas perakitan baterai di dalam negeri, nilai impor komponen dapat ditekan. Dampaknya, persentase TKDN kendaraan yang diproduksi di Subang berpotensi naik signifikan tanpa harus menunggu industri pendukung lain tumbuh lebih dulu.

Kesiapan SDM Lokal Jadi Pendorong TKDN

Keberadaan pabrik di Subang membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Kebutuhan operator produksi, teknisi perawatan mesin, hingga tenaga quality control dipasok dari masyarakat sekitar kawasan industri.

Pemberdayaan sumber daya manusia lokal menjadi salah satu komponen yang turut diperhitungkan dalam formulasi TKDN. Semakin banyak proses produksi yang melibatkan tenaga kerja dalam negeri, semakin besar persentase kandungan lokal yang dapat diklaim produsen.

Komitmen BYD menghadirkan ekosistem kendaraan listrik secara utuh di Indonesia sejalan dengan kebijakan pemerintah mempercepat adopsi mobil listrik. Beberapa insentif telah diterbitkan untuk menarik investasi industri baterai dan manufaktur kendaraan ramah lingkungan ke Tanah Air.

Dengan target TKDN 60 persen yang dikejar mulai awal 2027, BYD menempatkan diri sebagai salah satu pemain yang siap memenuhi ketentuan lokal sebelum batas waktu yang disyaratkan regulasi. Langkah berikutnya yang dinanti adalah realisasi fasilitas perakitan baterai dan kontribusinya terhadap penurunan harga jual kendaraan listrik di pasar domestik.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks