JAWA BARAT — PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) memastikan pihaknya berpihak penuh kepada korban pelecehan seksual di area stasiun. Hal ini menyusul penanganan cepat insiden perekaman diam-diam yang terjadi di Stasiun Sudirman pada Kamis sore pekan lalu.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, membenarkan peristiwa tersebut. Korban yang merasa tidak nyaman langsung melapor kepada petugas pengamanan setibanya di Stasiun Sudirman.
"Setibanya di Stasiun Sudirman, korban melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pengamanan Stasiun Sudirman dan korban juga meminta pelaku untuk menghapus rekaman video tersebut," kata Leza dalam keterangan resminya, Jumat (14/8/2026).
Video Rekaman Ditemukan dan Langsung Dihapus Petugas
Petugas yang menerima laporan segera bertindak dengan memeriksa telepon genggam milik pelaku. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan video yang merekam korban dan memastikan file itu dihapus langsung di tempat.
Video amatir yang merekam kejadian ini sempat beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat emosi dan melabrak pelaku yang sempat mengelak sebelum akhirnya mengakui perbuatannya dan meminta maaf.
Imbauan KAI Commuter untuk Pengguna KRL
Menanggapi insiden ini, KAI Commuter menegaskan komitmennya untuk terus mengevaluasi layanan keamanan bagi seluruh pengguna jasa Commuter Line. Pihak pengelola mengimbau masyarakat agar saling menjaga kenyamanan selama berada di dalam area stasiun maupun di dalam kereta.
"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk selalu menjaga kenyamanan dan saling menghormati pengguna lainnya, karena Commuter Line adalah transportasi publik yang bisa digunakan oleh seluruh masyarakat," jelas Leza.
Perusahaan pelat merah ini juga mendorong para pengguna untuk segera melapor kepada petugas apabila menemukan atau mengalami tindakan yang mengganggu kenyamanan, khususnya yang berkaitan dengan pelecehan seksual. Seluruh laporan yang masuk akan diprioritaskan untuk ditindaklanjuti.
"Dalam kaitan dengan perilaku terkait pelecehan, kami juga memastikan berpihak kepada korban," tegasnya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi pengguna transportasi publik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pelecehan. KAI Commuter memastikan akan menindak tegas setiap pelaku yang merugikan sesama pengguna Commuter Line.