JAWA BARAT — Kebutuhan gizi ibu hamil sering kali baru disadari saat usia kehamilan sudah berjalan. Padahal, kualitas tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan ibu jauh sebelum bayi lahir. Sayangnya, masih banyak ibu hamil yang mengandalkan makanan sumber karbohidrat sebagai menu utama, sehingga kebutuhan protein, vitamin, dan mineral belum terpenuhi secara seimbang.
Melihat kondisi ini, PTTEP Indonesia bersama Dompet Dhuafa melalui Gerai Sehat Rorotan (GSR) menggelar edukasi gizi dan senam hamil gratis bagi warga Rusun Rorotan, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-11 GSR dengan tema A Great Generation Without Stunting, Yes We Can.
Mengapa Pemenuhan Gizi Ibu Hamil Menentukan Nasib Anak?
Ahli Gizi Melliana Eka menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum seorang anak lahir. Status gizi ibu selama kehamilan adalah investasi jangka panjang yang menentukan apakah anak akan lahir sehat, cerdas, dan produktif.
"Edukasi mengenai gizi seimbang menjadi bekal penting agar para ibu memahami bahwa pemenuhan nutrisi selama kehamilan merupakan investasi bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif," kata Melliana di sela acara, Rabu (22/7/2026).
Menu Sehat Ibu Hamil: Karbohidrat Saja Tidak Cukup
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menjadikan nasi atau karbohidrat sebagai porsi utama di piring. Padahal, ibu hamil membutuhkan keseimbangan antara:
- Protein hewani dan nabati untuk pembentukan sel dan jaringan janin.
- Sayur dan buah sebagai sumber vitamin serta mineral untuk mendukung sistem imun.
- Lemak sehat yang berperan dalam perkembangan otak bayi.
Kelas edukasi nutrisi di GSR mengajarkan para ibu menyusun piring makan dengan proporsi yang tepat, bukan sekadar kenyang.
Senam Hamil Kini Jadi Program Rutin Gratis
Selain materi nutrisi, para peserta juga mengikuti senam hamil dan pilates. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kebugaran, memperbaiki postur tubuh, serta mengurangi keluhan umum selama kehamilan seperti nyeri punggung bawah.
Aulia Safitri (26 tahun), ibu hamil dengan usia kandungan 32 pekan, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini. Baginya, kelas tersebut adalah ruang untuk mempersiapkan diri menjadi ibu.
"Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan. Semoga ilmu ini bisa membantu menjaga kesehatan saya dan bayi hingga proses persalinan nanti berjalan lancar," ujar Aulia.
Kapan Ibu Hamil Perlu Konsultasi ke Ahli Gizi?
Jika Anda mengalami kenaikan berat badan yang tidak sesuai standar, mual berlebihan di trimester pertama, atau memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes gestasional, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan dan ahli gizi. Jangan menunggu hingga usia kehamilan besar untuk mulai memperbaiki pola makan.
Antusiasme warga terhadap program ini cukup tinggi. Melihat respon positif tersebut, PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa resmi menjadikan kelas senam ibu hamil sebagai program rutin di Gerai Sehat Rorotan. Seluruh ibu hamil yang terdaftar sebagai anggota GSR dapat mengikuti kelas ini secara gratis.
Mencegah stunting bukan soal mahalnya makanan, melainkan konsistensi memilih makanan bergizi dan menjaga tubuh tetap aktif selama kehamilan. Jika Anda tinggal di sekitar Rusun Rorotan, manfaatkan fasilitas kesehatan gratis ini. Untuk ibu hamil di luar wilayah tersebut, mulailah dengan memperbaiki komposisi piring makan Anda hari ini.