JAWA BARAT — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menyetujui anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp 17,52 triliun untuk program bantuan pangan beras tahap kedua tahun 2026. Persetujuan ini diberikan langsung untuk alokasi tiga bulan, bukan satu bulan seperti rencana awal. Keputusan itu diumumkan Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Anggaran One-Shot, Stok Bulog Siap 5,25 Juta Ton
Ketut menjelaskan, dengan persetujuan tersebut, penyaluran bantuan bisa dilakukan secara one-shot alias langsung sekaligus untuk tiga bulan pada Agustus mendatang. "Awalnya mau 1 bulan dulu, tapi Kemenkeu memberikan ruang untuk langsung 3 bulan. Jadi bisa one shoot sekaligus 3 bulan," ungkapnya di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Total beras yang akan disalurkan mencapai 997,2 ribu ton, dengan masing-masing KPM menerima 10 kg per bulan. Bapanas memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog aman di angka 5,25 juta ton. "Tolong Bulog sudah bersiap untuk digeber, sehingga langkah-langkah ini mudah-mudahan bisa segera mengendalikan harga beras di bulan Agustus nantinya," kata Ketut.
Inflasi Beras Mulai Melandai, Bantuan Jadi Rem Tambahan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi beras tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,98%. Angka ini turun 0,57% dibandingkan posisi Mei 2026 yang mencapai 4,55%. Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi beras di Juni hanya 0,45%.
Meski tren melandai, Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras di pekan keempat Juli masih menunjukkan kenaikan di sejumlah daerah. Namun, BPS mencatat jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH beras bertambah dari 40 menjadi 43 dalam sepekan terakhir. Ketut optimistis injeksi 1 juta ton beras langsung ke konsumen akan memperkuat tekanan turun pada harga. "Bayangkan 33 juta KPM kali 3 bulan berarti hampir 1 juta ton beras. Ini langsung diterima di konsumen. Tentu kebutuhan orang membeli beras di pasar-pasar akan berkurang. Pasti akan sedikit mengerem inflasi," tutupnya.
Volume Bantuan 2026 Lebih Besar dari Tahun Lalu
Program bantuan pangan beras tahun 2026 direncanakan berjalan selama lima bulan alokasi, lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya empat bulan (Juni-Juli dan Oktober-November). Dengan anggaran Rp 17,52 triliun yang sudah disetujui untuk tahap kedua, pemerintah berharap daya beli masyarakat terjaga sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.