Pencarian

Rupiah Terus Tertekan Dolar AS, Nilai Tukar Sentuh Rp18.070 per USD di Tengah Ekspektasi The Fed

Selasa, 28 Juli 2026 • 13:23:31 WIB
Rupiah Terus Tertekan Dolar AS, Nilai Tukar Sentuh Rp18.070 per USD di Tengah Ekspektasi The Fed
Rupiah melemah 61 poin ke level Rp18.070 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi (28/7/2026).

JAKARTA — Rupiah kembali mendapat tekanan berat pada Selasa pagi (28/7/2026). Berdasarkan data perdagangan, mata uang Garuda turun dari level penutupan sebelumnya di Rp18.009 per dolar AS, mencatatkan pelemahan signifikan dalam sepekan terakhir.

Dolar AS Menguat, Rupiah Terkoreksi 0,34 Persen

Pelemahan sebesar 61 poin ini mencerminkan dominasi dolar AS yang masih kuat di pasar keuangan global. Para pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan awal, sehingga modal asing cenderung menjauh dari aset berdenominasi rupiah.

Tekanan Eksternal dan Dinamika Domestik Jadi Beban Ganda

Selain faktor global, sentimen investor terhadap stabilitas fiskal Indonesia turut membayangi pergerakan rupiah. Kebutuhan impor yang masih tinggi dan kekhawatiran terhadap defisit transaksi berjalan disebut-sebut sebagai faktor internal yang memperberat laju mata uang domestik.

Kondisi ini membuat rupiah kesulitan untuk berbalik arah meskipun Bank Indonesia sebelumnya telah melakukan intervensi di pasar valas. Para analis menilai, tanpa katalis positif dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

Apa Dampaknya ke Harga Barang di Pasaran?

Pelemahan rupiah kerap diikuti oleh kenaikan harga barang impor, termasuk bahan baku industri, produk elektronik, dan komoditas pangan tertentu. Masyarakat diharapkan mencermati pergerakan harga di pasar tradisional maupun ritel modern dalam beberapa pekan ke depan.

Bagikan
Sumber: radarsukabumi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks