Pencarian

Pendaki Asal Bogor Meninggal di Gunung Merbabu Usai Pingsan di Basecamp, Diduga Kena Serangan Jantung

Senin, 20 Juli 2026 • 16:25:31 WIB
Pendaki Asal Bogor Meninggal di Gunung Merbabu Usai Pingsan di Basecamp, Diduga Kena Serangan Jantung
Pendaki asal Bogor meninggal dunia di basecamp Gunung Merbabu setelah pingsan dan dinyatakan mengalami serangan jantung.

BOYOLALI — Peristiwa nahas itu terjadi Sabtu (18/7/2026) di basecamp milik Parman Purwanto, Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo. Adityo baru saja turun dari jalur pendakian setelah memutuskan menghentikan perjalanan karena badannya terasa tidak enak.

Kapolsek Selo AKP Kiryanto membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian, Adityo mendaki bersama tiga temannya melalui jalur Selo, Boyolali, sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, saat tiba di Pos Bayangan 1, ia mengeluh sakit dan memilih turun kembali.

Sesampai di Basecamp, Korban Jatuh Pingsan

Adityo tiba di basecamp sekitar pukul 11.30 WIB. Belum sempat beristirahat lama, ia tiba-tiba terjatuh ke arah depan di teras bangunan dan langsung tidak sadarkan diri.

Saksi Muhammad Fazlur (43), warga Jakarta yang berada di lokasi, melihat kejadian itu. Ia segera meminta bantuan Dimas Edi Sugito (39), warga setempat. Keduanya berusaha menolong dengan membalikkan posisi tubuh korban dan memberikan bantal.

Petugas Puskesmas Datang, Korban Sudah Meninggal

Melihat kondisi Adityo tidak kunjung sadar, Dimas menghubungi Puskesmas Selo. Tim medis langsung menuju lokasi. Setelah diperiksa, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan dari Puskesmas Selo bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Menurut keterangan dokter jaga Puskesmas Selo, korban mengalami serangan jantung. Korban menderita penyakit hipertensi kronis,” kata Kiryanto.

Jenazah Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Adityo sempat dibawa ke Puskesmas Selo sambil menunggu kedatangan pihak keluarga. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan untuk dibawa ke rumah duka di Kelurahan Cilengsi Kidul, Kecamatan Cilengsi, Kabupaten Bogor.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki agar selalu memeriksa kondisi fisik sebelum melakukan pendakian, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Pengecekan tekanan darah dan kesehatan jantung disarankan sebelum memulai aktivitas berat di jalur pegunungan.

Bagikan
Sumber: narasitoday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks