Pencarian

Kerugian Penipuan Digital Capai Rp7,5 Triliun, Warga Bekasi Diingatkan soal Modus Deepfake dan Hoaks Berbasis AI

Minggu, 12 Juli 2026 • 17:50:31 WIB
Kerugian Penipuan Digital Capai Rp7,5 Triliun, Warga Bekasi Diingatkan soal Modus Deepfake dan Hoaks Berbasis AI
Warga Bekasi diingatkan waspada terhadap modus penipuan digital berbasis deepfake dan hoaks AI.

BEKASI — Kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi palsu masih menjadi titik lemah di tengah maraknya penipuan digital. Ketua Tim Pembinaan Komunikasi Publik Daerah Komdigi, Dimas Aditya Nugraha, mengungkapkan bahwa data internal menunjukkan 7 persen masyarakat sangat yakin terhadap informasi yang diterima, 25 persen yakin, sementara 45 persen lainnya masih bimbang apakah informasi itu benar atau tidak.

Kondisi ini, menurut Dimas, membuat warga rentan menjadi korban manipulasi informasi. "Sangat penting bagi kita melakukan saring sebelum sharing agar terhindar dari praktik manipulasi informasi," ujarnya dalam acara yang digelar Universitas Paramadina bersama platform investasi aset kripto PINTU.

Ibu-Ibu Jadi Garda Terdepan Lawan Hoaks Keluarga

Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Rini Sudarmanti, mengingatkan bahwa hoaks dan deepfake kini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga keluarga. Ia menyebut sejumlah ciri konten menyesatkan yang perlu diwaspadai, mulai dari judul sensasional, video hasil rekayasa AI, hingga sumber informasi yang tidak jelas.

"Ibu-ibu memiliki peran penting dalam melindungi keluarga karena menjadi pihak yang paling sering berinteraksi dengan anggota keluarga sehari-hari," kata Rini. Warga diminta membiasakan diri melakukan verifikasi mandiri dengan mengecek sumber informasi dan membandingkannya dengan sumber kredibel sebelum membagikannya ke orang lain.

69 Persen Pekerja Indonesia Pakai AI, Waspada Modus Baru

Di tengah ancaman yang meningkat, adopsi AI di Indonesia justru terus melonjak. Berdasarkan laporan Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 dari PwC Indonesia, sebanyak 69 persen pekerja Indonesia mengaku telah menggunakan AI dalam pekerjaannya selama setahun terakhir. Senior Product Marketing Specialist PINTU, Reyner Jonathan, mengatakan AI dapat membantu aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari informasi, membuat konten media sosial, hingga mengelola pembukuan usaha.

Namun, Reyner mengingatkan agar masyarakat tidak lengah terhadap modus penipuan yang memanfaatkan teknologi tersebut. Beberapa langkah antisipasi yang disarankan antara lain tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, tidak panik saat menerima pesan mencurigakan, memverifikasi nomor resmi institusi, serta menghindari mengklik tautan yang tidak dikenal.

Program literasi digital ini menjadi salah satu upaya menjawab kebutuhan mendesak agar masyarakat mampu memanfaatkan AI secara produktif tanpa jatuh ke dalam jerat kejahatan digital. Dengan kerugian yang mencapai triliunan rupiah, edukasi literasi digital dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

Bagikan
Sumber: jabar.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks