JAWA BARAT — Apple tidak main-main. Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California itu menuduh praktik pencurian rahasia dagang sudah menjadi "budaya yang dinormalisasi" di internal OpenAI—dari level staf teknis hingga jajaran petinggi perangkat keras.
"Ini baru ujung dari gunung es. Kami tidak memiliki visibilitas penuh terhadap apa yang terjadi di balik pintu tertutup OpenAI," demikian bunyi pernyataan dalam berkas gugatan yang dikutip dari laporan 9to5Mac.
Modus Operandi: Dari "Show and Tell" hingga Screenshot Proyek Rahasia
Gugatan setebal puluhan halaman itu membeberkan sejumlah modus operandi yang sistematis. Tang Tan—mantan VP Product Design Apple hingga Februari 2024 yang kini bergabung dengan startup milik Jony Ive—dituding menggunakan pengetahuan soal proyek internal Apple untuk "menggorek" informasi dari kandidat karyawan yang diwawancarai OpenAI.
Dalam satu kejadian yang didokumentasikan, Tan menggunakan kode nama proyek internal Apple untuk bertanya, "Apa rencananya?" terkait produk yang belum diumumkan. Ia juga diduga memerintahkan kandidat yang masih bekerja di Apple untuk membawa "actual parts" atau komponen asli perangkat keras ke sesi wawancara sebagai materi "show and tell." Instruksi ini sempat membuat salah satu kandidat terkejut dan berkomentar, "Saya bahkan tidak tahu kami bisa membawa barang-barang ini keluar dari kantor."
Chang Liu—yang bekerja delapan tahun di Apple sebagai senior system electrical engineer sebelum bergabung ke OpenAI pada Januari 2026—juga disebut terlibat. Ia dituduh melakukan "screenshotting and downloading files relating to a highly confidential Apple project" hanya beberapa jam sebelum wawancara dengan Tan. Pola ini, menurut Apple, sudah menjadi "established pattern" bagi karyawan yang hengkang ke OpenAI.
Dokumen "Need to Know" dan Instruksi Membawa Prototipe
Salah satu temuan paling serius dalam investigasi internal Apple adalah kepemilikan Tan atas dokumen internal berlabel "Need to Know." Dokumen tersebut berisi protokol keamanan saat seorang karyawan mengundurkan diri dari Apple. Tan diduga membagikannya kepada karyawan baru OpenAI sebelum mereka resmi memberikan surat pengunduran diri ke Apple.
OpenAI juga dituding secara eksplisit meminta kandidat dari Apple untuk membawa "CAD/design artifacts" dan "prototypes" ke sesi wawancara. Pertanyaan teknis yang diajukan sangat spesifik: detail "subsystem and component selection," metodologi integrasi sistem, hingga "vendor selection and communication."
Koneksi Jony Ive dan Kekhawatiran Apple
Gugatan ini tidak menyebut secara pribadi nama Jony Ive—mantan Chief Design Officer Apple yang kini memimpin divisi perangkat keras OpenAI. Namun, fakta bahwa OpenAI mengakuisisi startup Ive, io Products, dalam kesepakatan senilai USD 6,5 miliar (sekitar Rp 107 triliun) tahun lalu menjadi konteks penting. Akuisisi itu membawa serta lebih dari 50 insinyur dan pengembang, termasuk Evans Hankey (mantan kepala tim desain Apple) dan Scott Cannon—dua nama yang juga tidak disebut dalam gugatan perdana ini.
Apple mengaku sudah menyampaikan kekhawatirannya langsung ke OpenAI pada Februari lalu. Mereka meminta perusahaan tersebut untuk menyelidiki dan mengatasi masalah ini. Namun, hingga gugatan diajukan, OpenAI tidak pernah menanggapi.
"Yang jelas, di setiap level—mulai dari anggota Technical Staff hingga Chief Hardware Officer, dan berkoordinasi dengan mitra bisnis—OpenAI telah mencuri rahasia dagang dan informasi rahasia Apple," tegas pernyataan Apple. "Akibatnya, bisnis perangkat keras OpenAI yang masih muda kini berdiri di atas fondasi curian."
Hingga berita ini diturunkan, OpenAI belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan tersebut.