JAWA BARAT — Volume perdagangan saham RANS pada hari pertama tercatat sebanyak 7.683 lot dengan nilai transaksi Rp 175,17 juta dan frekuensi 1.580 kali. Emiten bersandi saham RANS ini menjadi perusahaan ketujuh yang melantai di bursa sepanjang tahun ini.
Dalam prospektusnya, RANS menawarkan sebanyak 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor. Harga IPO ditetapkan di batas atas kisaran penawaran awal yang dipatok Rp 135-170 per saham.
Dana IPO untuk Bayar Utang hingga Bangun Cipungland
Manajemen RANS telah merinci alokasi penggunaan dana hasil IPO. Porsi terbesar, yakni 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja penyelenggaraan konser artis lokal dan internasional di berbagai kota Indonesia.
Sebesar 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Sementara itu, 18,64% dana akan dipakai untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland. Perseroan juga mengalokasikan 8,15% untuk mendirikan perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi. Menariknya, sekitar 6,98% dana IPO akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Kinerja Keuangan Justru Anjlok, Tujuh Anak Usaha Tidak Beroperasi
Di balik euforia debut, investor perlu mencermati kondisi fundamental perseroan. Sepanjang 2025, pendapatan RANS tercatat merosot 13,91% menjadi Rp 353,37 miliar dari Rp 410,49 miliar pada 2024. Laba bersih pun ikut terpangkas 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar dari sebelumnya Rp 97,07 miliar.
Penurunan ini dipicu oleh anjloknya pendapatan dari segmen brand ambassador dan talent management sebesar 51,55% menjadi Rp 51,92 miliar. Segmen penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp 107 miliar. Selain itu, perseroan tak lagi memperoleh kontribusi dari segmen olahraga setelah melepas anak usaha PT Rans Prestisius Klub Sepakbola pada 2024.
Berdasarkan prospektus, terdapat tujuh anak usaha RANS yang saat ini tercatat tidak beroperasi. Perusahaan-perusahaan itu bergerak di bidang restoran, event organizer, klub olahraga digital, taman rekreasi, hingga jasa dan perdagangan. Sebagian besar didirikan pada periode 2021-2022, termasuk PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, dan PT Rans Boga Indonesia.
Komitmen Pendiri: Transparansi dan Tata Kelola
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menyatakan tantangan industri hiburan adalah bagaimana kreativitas dapat dikelola secara profesional dan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. "Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan," ujarnya dalam seremoni IPO di Main Hall BEI.
Sementara itu, pendiri Raffi Ahmad menegaskan IPO menjadi titik awal perjalanan perseroan. "Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Raffi. (Artikel ini tidak mengandung rekomendasi investasi.)