Pencarian

Wakil Ketua PM Gatra Aep Saepudin: Perempuan Garut Utara Garda Terdepan Pelestarian Budaya Sunda

Selasa, 30 Juni 2026 • 13:13:31 WIB
Wakil Ketua PM Gatra Aep Saepudin: Perempuan Garut Utara Garda Terdepan Pelestarian Budaya Sunda
Wakil Ketua PM Gatra Aep Saepudin menegaskan peran perempuan Garut Utara sebagai garda terdepan pelestarian budaya Sunda.

GARUT — Di era perubahan sosial yang kian cepat, figur seperti Aep Saepudin mengingatkan bahwa fondasi peradaban Sunda justru bertumpu pada peran perempuan. Ia menyebut, wanoja bukan sekadar pendamping dalam rumah tangga, melainkan pendidik pertama, penjaga akhlak, serta pewaris adat istiadat yang membentuk karakter masyarakat.

Perempuan Sebagai Motor Penggerak Budaya

Keberadaan organisasi Wanoja Garut Utara, kata Kang Aep, memiliki makna lebih besar dari sekadar wadah perkumpulan. Organisasi ini dirancang menjadi ruang pengabdian yang mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya Sunda di wilayah Garut bagian utara.

“Perannya bukan sekadar mendukung kegiatan organisasi. Tetapi menjadi pelaku utama dalam menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Sawala Budaya: Lebih dari Sekadar Seremoni

Salah satu langkah strategis yang direncanakan adalah penyelenggaraan Sawala Budaya Sunda. Kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai seremoni belaka, melainkan media pendidikan karakter sekaligus ruang silaturahmi antargenerasi untuk memperkuat kecintaan pada sejarah dan warisan para karuhun.

Prosesi adat seperti Melungsurkan Tujuh Pusaka Indung, Sungkeuman Indung, hingga penggunaan Kebaya Lasminingrat bukanlah sekadar pertunjukan. Di dalamnya terkandung pesan moral tentang penghormatan kepada orang tua dan penghargaan terhadap perempuan sebagai sumber kehidupan.

Budaya Harus Hidup Sehari-hari, Bukan Sekadar Acara

Kang Aep menekankan, upaya pelestarian tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Bahasa Sunda harus tetap digunakan dengan bangga dalam keseharian. Nilai-nilai luhur seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh harus terus dipraktikkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Gotong royong, musyawarah, dan rasa hormat kepada orang tua, menurutnya, harus tetap menjadi karakter utama masyarakat Garut Utara. Ia pun mengajak seluruh elemen—tokoh adat, tokoh agama, insan pendidikan, pemerintah, dan generasi muda—untuk mendukung gerakan pelestarian budaya yang digagas PM Gatra.

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Wilayah

“Membangun Garut Utara bukan hanya membangun wilayah. Tetapi juga membangun manusianya,” ujar Kang Aep. Membangun manusia berarti memperkuat pendidikan, moral, budaya, dan jati diri bangsa.

Ia meyakini, masyarakat yang kehilangan budayanya akan kehilangan arah. Sebaliknya, masyarakat yang menjaga budayanya akan memiliki pijakan kokoh menghadapi perubahan zaman. Ia berharap Wanoja Garut Utara mampu menjadi inspirasi lahirnya generasi perempuan Sunda yang cerdas, berakhlak, dan berbudaya.

“Melestarikan budaya bukan berarti hidup di masa lalu, melainkan membawa nilai-nilai luhur masa lalu untuk menerangi masa depan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: fokusjabar.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks