BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemprov Jabar menjamin seluruh biaya pelayanan kesehatan korban dugaan penyekapan dan penganiayaan berinisial YTR di Kabupaten Bandung. Orang nomor satu di Jawa Barat itu menyebut pihak keluarga tidak perlu lagi mencari donasi untuk biaya pengobatan dan pemulihan.
Anggaran Rp1 Miliar untuk Dua Minggu Perawatan
Dedi Mulyadi mengungkapkan, berdasarkan catatan keuangan yang dimilikinya, kebutuhan biaya perawatan korban dalam dua minggu ke depan mencapai Rp1 miliar. “Berdasarkan catatan keuangan yang saya miliki hari ini, maka dibutuhkan dalam 2 minggu ini sebesar Rp1 miliar dan kami menyiapkannya, tidak usah lagi cari donasi ke sana ke mari,” ucapnya di Bandung, Jumat (26/6/2026).
Meski begitu, gubernur tidak melarang pihak lain yang ingin berdonasi. Donasi yang masuk, kata dia, bisa dialokasikan untuk kebutuhan hidup keluarga korban dan masa depannya, bukan untuk biaya pengobatan yang sudah dijamin negara. “Tetapi yang berdonasi dipersilakan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban,” ujar Dedi.
Korban Alami Kekerasan Fisik Selama Tiga Tahun
Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa YTR diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh pria berinisial TH, yang disebut-sebut sebagai kekasihnya. Kekerasan tersebut berlangsung selama tiga tahun di Kabupaten Bandung. Selama periode itu, korban mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik hingga luka berat.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan, tersangka TH alias Taufik Hidayat sempat melarikan diri ke Tangerang, Banten, sebelum akhirnya diamankan di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. “Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang,” kata Kapolda, Selasa (23/6/2026) malam.
Keluarga Korban Kini Bisa Fokus pada Pemulihan
Dedi Mulyadi menambahkan, dengan adanya jaminan biaya pengobatan dan bantuan untuk kebutuhan harian, keluarga korban bisa lebih tenang. “Dua hal itu sudah, sehingga keluarga korban dalam keadaan tenang. Minimal tenang tidak memikirkan kebutuhan-kebutuhan keseharian,” ucapnya.
Pemprov Jabar memastikan pelayanan kesehatan bagi korban akan dijamin sampai benar-benar sembuh. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kasus kekerasan yang menimpa warganya.