BANDUNG — Memasuki pekan terakhir Juni 2026, KPM di Jawa Barat masih bisa mencairkan Bansos PKH Tahap 2. Pemerintah melalui pendamping sosial mengonfirmasi bahwa tidak ada penghentian penyaluran secara mendadak. Hal ini merespons kekhawatiran warga yang statusnya sempat tertahan di aplikasi.
Apa Tanda Status Aman di Sistem?
Status aman bagi KPM bisa dicek melalui aplikasi atau portal resmi bansos. Tanda utamanya adalah munculnya notifikasi "SIAP CAIR" pada data penerima. Selain itu, nama KPM masih terdaftar di daftar penerima manfaat (DTKS) yang diperbarui secara berkala oleh Kementerian Sosial.
Pendamping sosial di lapangan juga telah mengimbau warga untuk tidak mudah percaya pada informasi yang menyebutkan bansos dihentikan. "Data kami perbarui setiap akhir bulan, dan untuk Tahap 2 memang masih berjalan," ujar salah satu pendamping di wilayah Bandung Raya.
Proses Pencairan di Akhir Juni
Penyaluran bansos PKH Tahap 2 dilakukan melalui bank penyalur yang ditunjuk. KPM yang belum mengambil bantuan hingga saat ini masih memiliki kesempatan hingga batas waktu yang ditentukan. Dana yang disalurkan bervariasi sesuai kategori penerima, mulai dari ibu hamil, anak sekolah, hingga lansia.
Pemerintah daerah bersama TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) terus memantau proses di lapangan. Jika ada kendala teknis seperti KTP tidak terbaca atau rekening bermasalah, KPM diminta segera melapor ke kantor desa atau pendamping.
Kapan Bansos Tahap 3 Mulai?
Setelah Tahap 2 rampung, pemerintah akan segera menyiapkan penyaluran Tahap 3 yang dijadwalkan pada triwulan ketiga 2026. Jadwal pasti masih menunggu keputusan pusat, namun biasanya berlangsung pada Juli hingga September. KPM diimbau menjaga data kependudukan tetap valid agar tidak terblokir saat pencairan berikutnya.
Bagi warga yang belum menerima bansos, disarankan untuk rutin mengecek status di akun resmi atau bertanya langsung ke kelurahan. Informasi resmi hanya bersumber dari Kemensos dan dinas sosial setempat, bukan dari grup WhatsApp yang tidak jelas asal-usulnya.