JAWA BARAT — Pencapaian itu diumumkan dalam ajang Executive Dinner & Fortune Southeast Asia 500 Awards 2026 yang digelar di The Langham Jakarta, SCBD. Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh CEO Fortune Asia, Khoon Fong Ang, kepada perwakilan PTPP. Acara ini mempertemukan para pimpinan perusahaan terkemuka dari berbagai negara di ASEAN yang masuk dalam daftar tahunan Fortune Media.
Konsistensi di Tengah Dinamika Industri Konstruksi
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, mengatakan bahwa pengakuan ini mencerminkan ketahanan bisnis perseroan. “Pengakuan ini mencerminkan konsistensi PTPP dalam menjaga kinerja operasional dan memperkuat fundamental bisnis di tengah tantangan industri yang dinamis,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, ke depan PTPP akan terus fokus pada peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola perusahaan, serta eksekusi proyek-proyek strategis nasional. Langkah ini dinilai krusial untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan di tengah persaingan regional yang semakin ketat.
Daya Saing Regional dan Kontribusi Infrastruktur
Masuknya PTPP dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 untuk ketiga kalinya memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi dan investasi nasional yang memiliki daya saing di kawasan. Capaian ini juga dinilai mencerminkan kontribusi PTPP dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sebagai perusahaan yang berpengalaman lebih dari tujuh dekade, PTPP terus menjalankan transformasi bisnis berkelanjutan. Fokus transformasi mencakup inovasi, digitalisasi, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta penguatan portofolio usaha.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Dengan kembali masuk dalam pemeringkatan Fortune, PTPP menegaskan perannya sebagai pemain utama konstruksi nasional yang mampu bersaing di tingkat regional. Ke depan, perseroan dihadapkan pada tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika harga material dan persaingan proyek infrastruktur.
Joko Raharjo menekankan, komitmen terhadap tata kelola yang baik dan efisiensi operasional akan menjadi kunci untuk mempertahankan posisi di tahun-tahun mendatang. “Kami akan terus fokus pada peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola perusahaan, serta eksekusi proyek-proyek strategis nasional,” pungkasnya.