Pencarian

Makna Usia 60 Tahun Menurut Hadis: Pengingat untuk Husnul Khotimah bagi Warga Kuningan

Selasa, 23 Juni 2026 • 12:36:31 WIB
Makna Usia 60 Tahun Menurut Hadis: Pengingat untuk Husnul Khotimah bagi Warga Kuningan
KH Imam Nur Suharno mengupas makna hadis usia 60 tahun sebagai pengingat husnul khotimah di Kuningan.

KUNINGAN — Dalam sebuah kajian yang disampaikan di Kuningan, Jawa Barat, KH Imam Nur Suharno menguraikan makna mendalam dari hadis Rasulullah SAW tentang usia 60 tahun. Hadis tersebut, yang diriwayatkan Imam Bukhari, menegaskan bahwa Allah SWT memberikan udzur kepada seseorang yang diakhirkan ajalnya hingga mencapai usia enam puluh tahun.

Apa Arti Udzur di Usia 60 Tahun?

Udzur dalam konteks ini berarti tidak ada lagi alasan bagi seseorang untuk terus menunda perbaikan diri. “Setelah usia 60 tahun, seseorang tidak bisa lagi mengatakan bahwa ia masih punya banyak waktu untuk bertaubat,” tulis KH Imam Nur Suharno dalam tulisannya. Ini menjadi pengingat keras untuk segera meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak istighfar.

Kisah Fudhail bin Iyadh dan Seorang Lelaki Berusia 60 Tahun

KH Imam Nur Suharno mengutip kisah dari kitab al-Hilyah, di mana seorang ulama besar, Fudhail bin Iyadh, pernah bertemu dengan seorang lelaki tua. Ketika mengetahui usia lelaki itu 60 tahun, Fudhail berkata tegas, “Engkau selama 60 tahun berjalan menuju Tuhanmu, dan sebentar lagi engkau akan sampai.”

Percakapan itu berlanjut dengan penjelasan Fudhail tentang makna kalimat “Inna lillahi wa inna Ilaihi raji’un.” Menurutnya, kalimat itu bukan sekadar ucapan, melainkan pengakuan bahwa manusia adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya. “Siapa yang yakin bahwa ia hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya, seharusnya menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan-Nya. Siapa yang meyakini hal ini, ia harus sadar bahwa ia akan ditanya,” jelas Fudhail.

Dua Ujung Hidup: Husnul Khotimah atau Suu-ul Khotimah

Dalam tulisannya, KH Imam Nur Suharno mengingatkan bahwa hidup hanya berujung pada dua kemungkinan: husnul khotimah (akhir yang baik) atau suu-ul khotimah (akhir yang buruk). Ia menekankan bahwa hanya karena kasih sayang Allah, seorang durjana bisa berakhir husnul khotimah. Sebaliknya, hanya karena murka-Nya, seorang ahli ibadah bisa mengakhiri hidupnya dengan suu-ul khotimah.

“Karena itu, tidak ada yang pantas untuk dilakukan selain banyak istighfar, meningkatkan kualitas ibadah, dan konsentrasi penuh untuk mempersiapkan kehidupan akhirat,” tulisnya.

Jangan Tunggu Usia 60 Tahun untuk Beramal Saleh

KH Imam Nur Suharno juga mengingatkan agar jangan menunggu usia 60 tahun untuk mulai beramal saleh. Ia mengutip firman Allah dalam Q.S. Fathir ayat 37, yang menggambarkan teriakan penghuni neraka yang meminta dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh. Namun, usia yang panjang di dunia sudah cukup menjadi peringatan bagi mereka yang mau berpikir.

“Mumpung kita masih berada di dunia maka jangan menunggu sampai usia enam puluh tahun baru beramal saleh,” tegasnya. Ia menutup tulisannya dengan ajakan untuk bersegera menuju ampunan Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Ali Imran ayat 133, yang menjanjikan surga seluas langit dan bumi bagi orang-orang bertakwa.

Bagikan
Sumber: kuninganmass.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks