Pencarian

Menteri Koperasi Dorong Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Syariah Lewat Sinergi Takaful dan Malaysia

Senin, 22 Juni 2026 • 20:52:31 WIB
Menteri Koperasi Dorong Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Syariah Lewat Sinergi Takaful dan Malaysia
Menteri Koperasi dorong koperasi desa sebagai motor ekonomi syariah melalui sinergi takaful dan Malaysia.

Ferry yang juga menjabat Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menegaskan, pengembangan ekonomi syariah tidak bisa hanya diukur dari transaksi semata. Menurutnya, tolok ukur utama adalah kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan bagi masyarakat.

"Koperasi bisa terlibat dalam kegiatan pengembangan takaful. Sebab di Indonesia memiliki kekuatan pada basis ekonomi rakyat yang besar, jaringan komunitas yang luas, serta gerakan koperasi yang tumbuh hingga ke tingkat desa," kata Ferry dalam sambutannya.

Program Koperasi Desa Jadi Instrumen Strategis

Ferry menyebut, program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi instrumen utama untuk menjalankan pengembangan ekonomi syariah hingga ke pelosok. Menurutnya, nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi fondasi koperasi sangat selaras dengan prinsip ekonomi syariah.

"Nilai-nilai yang menjadi fondasi koperasi yaitu gotong royong, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama, memiliki keselarasan yang sangat kuat dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah," ujarnya.

Potensi Pasar USD 2 Triliun dan Peran Takaful

Ferry membeberkan data bahwa konsumsi masyarakat muslim dunia di sektor ekonomi syariah telah mencapai lebih dari USD2 triliun per tahun. Angka ini diproyeksikan terus tumbuh, menjadikan ekonomi syariah sebagai kekuatan penting dalam perekonomian global.

Dengan jumlah penduduk muslim mencapai 240 juta jiwa, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan industri keuangan syariah, khususnya takaful. Ferry menekankan bahwa takaful bukan sekadar produk keuangan, melainkan manifestasi nilai ta'awun atau saling tolong-menolong.

"Keberhasilan takaful harus diukur dari sejauh mana ia mampu menghadirkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan sosial, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tegas Ferry.

Kolaborasi Indonesia-Malaysia dan Penandatanganan MoU

Simposium bertajuk "Reimagining Takaful for Sustainable World" itu juga menjadi ajang penandatanganan dua nota kesepahaman. Pertama, antara Menara Syariah dengan Universiti Utara Malaysia (UUM). Kedua, antara Menara Syariah dengan MES.

Komisaris Utama Menara Syariah Harianto Solichin berharap kerja sama ini benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata. Ia mengakui potensi ekonomi syariah dan takaful di Indonesia selama ini belum dioptimalkan secara maksimal.

"Oleh karena itu kami memohon dukungan dari gerakan ekonomi syariah dan stakeholder terkait lainnya agar upaya ini dapat mendorong perubahan keadaan masyarakat di desa agar lebih sejahtera," kata Ferry.

Dekan Islamic Business School UUM Selamah Maamor menambahkan, rencana kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia sebenarnya telah dirintis sejak 2024. Keterlibatan MES diyakini akan memperkuat misi pengembangan industri asuransi syariah di kedua negara.

Bagikan
Sumber: bogordaily.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks