JAWA BARAT — Bukan sekadar belajar teori, para siswa SD di Kapuas diajak memilah sampah langsung di kelas dan mendapat sosialisasi interaktif soal ketenagalistrikan. Program bertajuk Sekolah Kapuas Lestari (SEKALA) ini dirancang untuk mengintegrasikan tiga aspek sekaligus: literasi, kepedulian lingkungan, dan keselamatan listrik.
Dari Pojok Baca hingga Sosialisasi Bahaya Listrik
PLN Indonesia Power UBP Barito menggandeng komunitas lokal Urban Borneo Lab untuk merancang kurikulum edukasi yang aplikatif. Kesuma Yanti Anugerah, Ketua Urban Borneo Lab, mengapresiasi langkah ini sebagai investasi jangka panjang. "Edukasi lingkungan sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bumi," ujarnya.
Di sisi lain, aspek keselamatan menjadi sorotan utama. Srikandi PLN Indonesia Power UBP Barito, Rismayanti, turun langsung memberikan pemahaman tentang keselamatan ketenagalistrikan (K2). Anak-anak diajarkan mengenali potensi bahaya listrik di sekitar rumah dan cara menghindarinya.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi ESG perusahaan. "Kami ingin menanamkan pola pikir berkelanjutan kepada generasi penerus bangsa," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6). Program SEKALA mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Bantuan Konkret untuk Sekolah
Selain edukasi, perusahaan menyerahkan bantuan fisik yang langsung bisa dimanfaatkan. Total 120 paket perlengkapan sekolah dan 47 tas sekolah dibagikan kepada siswa. Dua Pojok Baca juga diresmikan dengan koleksi 450 buku bacaan berkualitas untuk merangsang minat baca.
Muhammad Haris, Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN Indonesia Power UBP Barito, berharap pengetahuan yang diberikan bisa menjadi bekal sehari-hari. "Baik dalam menjaga kebersihan lingkungan maupun saat berinteraksi dengan fasilitas kelistrikan," ujarnya.
Sambutan Hangat dari Pihak Sekolah
Kepala SD Negeri 4 Selat Hilir, Agustina Widya Astuti, dan Kepala SD Negeri 2 Selat Hilir, Marsini, menilai program ini memberikan pengalaman belajar yang segar di luar kurikulum formal. Materi interaktif tentang pemilahan sampah dan keselamatan listrik dinilai sangat dibutuhkan siswa di daerah tersebut.
PLN Indonesia Power berencana memperluas program SEKALA ke sekolah-sekolah lain di sekitar wilayah operasional UBP Barito. Inisiatif ini menjadi model kolaborasi korporasi dan komunitas yang berfokus pada dampak langsung bagi generasi muda.