BANDUNG — Klaim bahwa Kabupaten Bandung menjadi daerah dengan jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terbanyak di Jawa Barat yang ramai di media sosial ternyata tidak benar. Kepala Dinsos Kabupaten Bandung Ningning Hendasah memastikan data tersebut merupakan kekeliruan dari pihak yang merilisnya.
“Kemarin itu mereka sudah mengkonfirmasi jadi bukan Kabupaten Bandung. Ternyata data 7.321 itu datanya Kabupaten Bogor. Jadi tadi sudah disampaikan ya. Jadi mereka salah merilis, akhirnya mereka sudah klarifikasi,” kata Ningning kepada detikJabar, Jumat (19/6/2026).
Kabupaten Bandung Tak Masuk 10 Besar ODGJ Se-Jabar
Ningning menegaskan bahwa Kabupaten Bandung tidak termasuk dalam sepuluh besar daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Provinsi Jawa Barat. Data yang akurat, menurut dia, justru menunjukkan jumlah yang jauh lebih kecil.
“Kalau data dari UPTD kita yang di Baleendah itu ada sekitar 1.581 ODGJ,” ungkapnya.
Penanganan ODGJ di UPTD Baleendah
Dinsos Kabupaten Bandung sendiri memiliki tugas dan fungsi melakukan rehabilitasi sosial bagi ODGJ. Jika kondisi pasien darurat, mereka bisa langsung dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua.
Namun, Ningning mengakui saat ini masih ada ODGJ yang ditampung di UPTD Keterlantaran dan Disabilitas Dinsos di Baleendah. Kondisi darurat di lapangan menjadi alasan penampungan tersebut.
“Seharusnya tidak ditampung di sana, tetapi ya kondisinya kita kan emergensi juga gitu. Kalau di jalanan juga kan enggak enak gitu ya, tidak tertangani,” jelasnya.
Kerja Sama dengan Dinkes untuk Obat-obatan
Meski ditampung di UPTD, Ningning memastikan kesehatan para ODGJ tetap terjaga. Pihaknya rutin bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memenuhi kebutuhan medis pasien.
“Iya di UPTD pun ya alhamdulillah sudah kerja sama juga dengan Dinkes, kalau untuk obat-obatan kita juga di-support oleh Dinkes,” bebernya.
ODGJ yang ditangani di UPTD Baleendah datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung. Biasanya mereka dikirim oleh pihak desa atau Satpol PP Kecamatan.
“Ya, banyak tersebar sesuai jumlah penduduk semua Kabupaten Bandung ada. Setiap kecamatan juga ada. Akhirnya ya alhamdulillah kadang-kadang dari kepala Kades dari Satpol Kecamatan mengirimkan ke sana (UPTD),” ungkapnya.
Imbauan untuk Bijak Bermedia Sosial
Menanggapi viralnya informasi keliru tersebut, Ningning mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Ia meminta publik selalu mengacu pada data dan sumber resmi.
“Alhamdulillah akun terkait kan sudah mengklarifikasi data tersebut. Mari bijak menerima dan menyebarluaskan informasi dengan selalu mengacu pada data dan sumber resmi,” pungkasnya.