CIANJUR — Sekretaris Daerah Cianjur Ahmad Rifai mengatakan, kenaikan harga BBM non-subsidi harus disikapi bersama dengan melakukan penghematan, termasuk menekan pemakaian kendaraan dinas yang dinilai tidak perlu. Bahkan, saat ini BBM untuk kendaraan dinas sudah ditanggung pribadi oleh masing-masing pengguna.
ASN Diminta Prioritas Kegiatan, Mobil Dinas Diparkir
Ahmad Rifai mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Cianjur dan masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi energi yang lebih hemat. Penggunaan kendaraan pribadi dan dinas hanya dianjurkan untuk keperluan mendesak.
"Kami mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Cianjur dan masyarakat menerapkan pola konsumsi energi yang lebih hemat, termasuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan dinas hanya untuk keperluan mendesak," katanya di Cianjur, Kamis.
Tak Hanya BBM, Anggaran Makan dan Perjalanan Dinas Ikut Diefisienkan
Berbagai upaya dalam menekan pengeluaran operasional akan dikurangi, seperti makan minum dan perjalanan dinas. Hal ini dilakukan karena harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini di mana harga BBM non-subsidi telah dinaikkan pemerintah pusat.
Efisiensi operasional menjadi langkah penting di lingkungan Pemkab Cianjur. Kendaraan dinas yang tidak dipakai akan diparkir di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Cianjur.
Biaya Operasional Alat Berat dan Truk Sampah Tetap Memberatkan
Ahmad Rifai menjelaskan, untuk operasional alat berat dan truk sampah milik dinas yang tetap harus beroperasi setiap hari, kondisinya cukup memberatkan. Pihaknya akan melakukan evaluasi terkait berbagai langkah dalam menekan kenaikan biaya operasional di masing-masing dinas.
"Kita tidak dapat berbuat banyak karena kenaikan BBM non-subsidi sudah diberlakukan pemerintah pusat, kami di daerah harus melakukan berbagai langkah efisiensi anggaran terutama operasional," katanya.
Kemungkinan akan dilakukan penambahan anggaran untuk sektor tersebut dalam beberapa waktu ke depan, mengingat ada sejumlah dinas yang biaya operasionalnya harus ditambah seiring kenaikan BBM non-subsidi.