BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan berbagai persoalan yang diadukan masyarakat dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jabar 2026 akan dicarikan solusi secara bertahap. Ia meminta orang tua tidak terburu-buru panik karena proses yang berjalan saat ini masih bersifat pemetaan awal.
“Kepada seluruh orang tua siswa, saya minta tidak panik. Tujuan pemetaan ini justru agar kita bisa mengetahui berbagai persoalan lebih awal dan memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikannya,” tegas Dedi Mulyadi dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi Disdik Jabar, Rabu (7/9/2026).
Kendala Apa Saja yang Muncul?
Pernyataan itu disampaikan Dedi saat meninjau langsung layanan SPMB di Kantor Disdik Jabar pada Selasa kemarin. Di lokasi, Gubernur berdialog dengan sejumlah orang tua siswa yang datang untuk mencari informasi sekaligus menyampaikan kendala yang mereka hadapi.
Meski tidak dirinci satu per satu, Dedi menyebut berbagai aduan itu beragam, mulai dari teknis pendaftaran hingga masalah data calon murid. Ia memastikan semua keluhan akan ditampung dan dievaluasi oleh Disdik Jabar.
PCMB Bukan Penerimaan Murid Baru
Dedi Mulyadi menekankan agar masyarakat tidak keliru memahami tahapan yang berjalan. Menurutnya, proses yang sedang berlangsung adalah Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), bukan penerimaan murid baru. Tahap ini justru menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan sebelum proses inti dimulai.
“Kami ingin semua persoalan bisa terdeteksi lebih awal. Jangan sampai nanti saat penerimaan, orang tua justru kebingungan karena data tidak sesuai atau sistem bermasalah,” ujarnya.
Langkah Disdik Jabar Selanjutnya
Disdik Jabar disebut akan mengumpulkan seluruh data aduan dari masyarakat untuk menjadi bahan perbaikan sistem. Dedi meminta jajarannya bergerak cepat merespons setiap keluhan yang masuk agar proses SPMB 2026 berjalan lancar.
“Saya minta Disdik segera tindak lanjuti setiap kendala. Jangan sampai ada orang tua yang terus kebingungan,” pungkas Dedi.